Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Korban Kebakaran di MKCM Terima Bantuan Sembako Dari BPBD Halut

0 48

Ternate, TN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut) menyalurkan bantuan berupa sembilan bahan pokok, kepada keluarga Ambat Tombokam, yang merupakan korban kebakaran, di Desa MKCM Tobelo. Bantuan tersebut berupa 30 kg beras, 1 karton mie instan, gula 2 kg, daun teh 1 kotak dan satu paket alat makan.

“Kita memberikan bantuan sembako, karena makanan siap saji stoknya sudah habis. Namun demikian, kami akan terus memantau perkembangan korban,” kata Kepala BPBD Kabupaten Halut, Abner Manery kepada wartawan saat dihubungi dari Ternate, Jumat (13/9).

Soal rumah yang terbakar, Manery mengaku, telah memerintahkan stafnya untuk bertemu dengan pihak korban, dalam rangka menanyakan hal tersebut. Menurut dia, jika korban ingin menempati tempat tinggal sendiri, maka pihaknya akan membangun tenda.

“Jika saat ini berkeinginan untuk tinggal bersama keluarganya, atau di rumah tetangga tidak apa-apa,” ucapnya.
Untuk itu, Manery meminta pihak Pemerintah Desa MKCM, agar segera mengajukan permintaan bantuan kepada Bupati. “Selanjutnya Bupati disposisi ke BPBD, lalu kita berikan bantuan bahan bangunan rumah sampai rumah itu jadi,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, akibat kompor meledak, menyebabkan rumah milik keluarga Ambat Tombokan, di Desa MKCM, Kecamatan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut) terbakar pada Kamis (12/9) sekitar pukul 7.30 WIT.

Pantauan Teropongnews.com di lapangan, api cepat menjalar dan menghabiskan rumah itu, lantaran bangunan rumah terbuat dari bahan yang mudah terbakar, dan kondisi bangunan yang sudah termakan usia.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Utara, Abner Manery membenarkan adanya peristiwa kebakaran di Desa MKCM. “Saya baru mengetahui kejadian itu dari keterangan dari petugas di lapangan. Jadi, pemilik rumah sedang memasak kue, kemudian minyaknya habis dan menambah minyak dengan kondisi kompor masih menyala, sehingga terjadi semburan api dari kompor tersebut dan meledak,” ungkap Abner kepada wartawan, di ruang kerjanya.

Dia mengaku, saat api mulai membakar rumah itu, warga sudah berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun api tak kunjung padam, malah kobaran api lebih besar.

“Dinas Pemadam Kebakaran mengerahkan mobil pemadam kebakaran ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), tapi api semakin besar dan membakar habis bangunan yang terbuat dari kayu itu,” ujar dia.

Menurut dia, kendati tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material akibat kebakaran itu ditaksir mencapai hampir Rp.20 juta.

Anda mungkin juga berminat