Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Komplotan Maling Sapi Dibekuk Polisi, Diduga Libatkan Oknum Anggota

0 2.334

Aimas, TN – Reaksi jajaran reserse kriminal (reskrim) Polres Sorong dalam merespons keresahan masyarakat terkait maraknya pencurian sapi, patut diacungi jempol. Korps berlogo busur panah ini berhasil menggulung komplotan maling hewan ternak milik warga, dan menjebloskan ke sel tahanan.

Informasi yang disampaikan pembaca TeropongNews.com, sedikitnya ada 7 orang tersangka yang berhasil diciduk secara bergiliran, dari dua kelompok yang berbeda. Celakanya, komplotan pencuri itu dalam melancarkan aksinya diduga melibatkan oknum anggota berpangkat Sertu.

Kelompok pertama adalah Mar, Sil, Amb, dan An. Sedangkan kelompok kedua adalah Ed, Sng, Roh. Semuanya warga Majaran, Distrik Salawati. Penangkapan itu berawal dari patroli kamtibmas yang dilakukan polisi, menyusul maraknya laporan pencurian sapi yang dalam satu bulan terakhir meresahkan warga. Pada Kamis (8/8/2019) pagi, di ujung jalan kontainer KM 19 Aimas, polisi memberhentikan mobil Suzuki Carry bak terbuka nopol PB 8187 A, yang memuat daging sapi yang sudah dipotong-potong.

Saat di interogasi polisi, orang-orang yang ada di atas mobil, yakni Mar, Sil, Amb, dan An yang akhirnya menjadi tersangka, mengaku bahwa daging tersebut hasil berburu sapi liar di kawasan Petrogas. Keterangan tersebut dibenarkan oknum anggota yang saat itu ikut dalam satu mobil.

Atas keterangan itu, polisi tidak memiliki alibi yang kuat untuk menangkap mereka dan menjadikan tersangka. Tidak mau kehilangan buruan, polisi meluncur ke Pasar Remu Kota Sorong untuk mencari tahu, siapa penadah daging sapi yang dicurigai hasil curian itu. Dari hasil penyelidikan, komplotan tersebut mau menjual ke salah seorang pedagang seharga Rp 70 ribu sampai 80 ribu per kilo.

Tapi karena informasi adanya polisi yang memberhentikan mobil bermuatan daging sapi di Aimas yang diduga hasil curian, sudah terdengar sampai Pasar Remu, pedagang tersebut menolak membeli. Komplotan itu kemudian berpindah ke pedagang lain, dan kembali mendapat penolakan.

Karena pedagang daging di Pasar Remu tidak ada yang mau beli, mereka pergi ke Pasar Bersama, dan menjual daging itu ke salah seorang penadah seharga Rp 50 ribu/kilo. “Padahal saat itu harga daging sapi sedang mahal, sekitar Rp 110 ribu perkilo,” ujarnya.

Aksi komplotan pencuri yang biasa menggorok hasil kejahatannya di ladang itu, mulai terungkap ketika pada Jumat (9/8/2019), Sutramihaji, warga Makbusun Distrik Mayamuk, datang ke Polres Sorong membuat laporan polisi, telah kehilangan sapi betina. Dari keterangan ciri-ciri sapi yang disampaikan Sutramaji, kemudian dicocokkan dengan ciri-ciri sapi yang dibawa komplotan Mar dan kawan-kawan, ternyata klop.

“Dari bukti-bukti itu, ditangkaplah mereka sebagai tersangka pencurian sapi. Para tersangka yang sebelumnya mengaku mendapatkan daging hasil buruan sapi liar, ternyata hasil mencuri milik Sutramaji,” katanya.

Kasat Reskrim Polres Sorong AKP Dodi Pratama SIk saat dihubungi TeropongNews membenarkan adanya penangkapan komplotan pencuri sapi itu. Tapi perwira dengan tiga balok di pundak ini, tidak memberikan penjelasan lebih rinci. “Kami masih kumpulkan datanya supaya lengkap untuk disampaikan ke masyarakat,” tandas Dodi.

Anda mungkin juga berminat