Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kolam Ajelly, Sensasi Trekking Baru di Teluk Mayalibit

0 189

Waisai, TN – Salah satu spot wisata yang masuk dalam rangkaian tur wisata Festival Pesona Bahari 2019 adalah Kolam Ajelly, yang terletak di Distrik Teluk Mayalibit, kabupaten Raja Ampat.

Menurut bahasa asli Laganyam, Ajelly bermakna “tempat didarat”. Dinamakan demikian karena kolam ini pernah menjadi tempat menetap cukup lama orang-orang jaman dahulu saat masih didominasi kebiasaan berpindah-pindah di gua-gua sekitar Teluk Mayalibit.

“Lokasi kolam dan sekitarnya menjadi tempat menetap bagi orang-orang dulu, makanya dinamakan Ajelly,” jelas Ibu Hasma, salah satu pengelola objek wisata baru ini.

Pantauan langsung teropongnews.com, lokasi objek wisata ini dapat ditempuh dari kampung Warsambin menggunakan speedboat ataupun longboat selama 20-30 menit. Dan saat Festival Bahari nanti, akan didukung dengan pemandu lokal yang telah dilatih tim pelaksana festival.

Saat tiba di objek wisata tersebut, wisatawan harus menempuh jalur mendaki atau trekking diantara celah-celah ngarai setinggi 7 hingga 10 meter selama kurang lebih 5-10 menit.

Sensasi berada diantara celah-celah ngarai raksasa ini merupakan sensasi menakjubkan tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung.

Setelah trekking, diujung ngarai yang membentuk terowongan alami ini, sebuah kolam berair jernih dan sejuk seluas kurang lebih 10 meter persegi dengan kedalaman sekitar 2 sampai 3 meter telah menunggu. Menurut keterangan pengelola, sumber air sejuk dan jernih ini berasal dari mata air dibawah kolam.

Bagi pengunjung yang datang, para pengelola telah menyiapkan jalur trekking yang cukup aman dan nyaman, walaupun kehati-hatian pengunjung tetap harus menjadi perhatian. Karena Code of Conduct (CoC) atau tata krama yang telah diatur para pengelola Kolam Ajelly ini mengharuskan pengunjung agar menjaga kebersihan, ketertiban, serta dilarang membawa barang apapun keluar dari objek wisata ini.

Selain itu, saat melintasi jalur trekking diantara celah-celah ngarai raksasa ini, pengunjung diharapkan tidak bersuara keras dan berhati-hati dengan kemungkinan adanya benda yang jatuh dari ngarai diatas jalur trekking.

Anda mungkin juga berminat