Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kodim 1805 Raja Ampat Gelar Sosialisasi Paham Radikalisme

0 102

Waisai, TN- Kodim 1805/Raja Ampat gelar sosialisasi paham radikalisme dan terorisme yang merupakan salah satu ancaman nyata yang sewaktu-waktu dapat mengganggu stabilitas keamanan, sosial, ekonomi dan politik, sehingga dapat menciptakan rasa tidak aman pada masyarakat. 

Komandan Kodim 1805/Raja Ampat, Letkol Inf Josef Paulus Kaiba, dalam arahannya menyebutkan Kodim/RA melaksanakan tugas sebagai langkah pengamanan yang harus dilaksanakan.

Dikatakan, dalam meningkatkan keamanan di wilayah kabupaten Raja Ampat, kedepan Kodim/RA akan menambahkan Koramil dibeberapa wilayah.

“Kedepan kita akan menambah koramil diantaranya Ayau, Lilinta, Limalas, Kofiau, Gag, Saleo, Urbinasopen, sehingga kedepan Kodim 1805/RA akan memiliki 11 Koramil, untuk itu kami meminta kepada tokoh masyarakat untuk memberikan masukan dan dukungan bagi personil yang akan ditempatkan di Koramil-Koramil tersebut,” ujar Dandim 1805/Raja Ampat, Josef P. Kaiba, di ruang Wayag kantor bupati Raja Ampat, Rabu (12/2).

Menurutnya, dengan adanya Koramil di sejumlah wilayah di Raja Ampat, itu juga merupakan bentuk kewaspadaan terhadap paham Radikal Kanan, Radikal Kiri, dan Radikal lainnya agar tidak terjebak dalam kelompok tersebut.

Hal itu karena TNI memiliki tugas dan tanggungjawab untuk menjaga keutuhan NKRI dengan selalu berpegang teguh pada ideologi Pancasila.

“Mengingat situasi saat ini yang bekembang tentang penolakan 600 orang mantan ISIS yang ingin kembali ke Indonesia dan telah ditolak oleh bapak Presiden terkait permintaan tersebut. Karena mereka telah terpengaruh dengan paham radikal Kanan. Dan apabila mereka kembali akan dapat mempengaruhi masyarakat lainnya,” jelasnya.

Sementara kata Dandim, untuk radikal kiri seperti Kolonel Untung yang bergabung dengan PKI, untuk itu harus lebih waspada terhadap paham paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila, karena setiap paham apapun itu dapat masuk kepada siapa saja.

“Tugas kita saat ini harus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terjerumus kepada paham-paham seperti itu,” imbuhnya.

Bupati Raja Ampat yang diwakili
Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Raja Ampat, Muhidin Umalelen, berharap pernyataan Dandim 1805/RA dapat dipahami agar tidak terjerumus dalam paham-paham radikalisme.

“Saya harap apa yang telah disampaikan oleh bapak Dandim tadi dapat kita mengerti dan pahami agar kita tidak terjerumus dalam paham-paham Radikal seperti itu. Kita harus selalu memegang prinsip NKRI harga Mati dan berpegang teguh pada Ideologi Pancasila,” tegasnya.

Anda mungkin juga berminat