Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kisah Inspirasi Perempuan Papua Dituangkan Dalam Film Dokumenter

0 138

Sorong,TN- Terinspirasi dari kisah kaum perempuan Papua yang penuh perjuangan dalam menghadapi kehidupan, anak-anak muda yang memiliki kreatifitas tinggi yang tergabung dalam Papua Voice membuat beberapa film dokumenter.

Sekitar 10 film dokumenter yang menginspirasi tentang kekuatan perempuan Papua ini diikutkan dalam Festival Film Papua ke-III, yang dilaksanakan di Gedung Keik LMA Malamoi Kota Sorong, Selasa (6/8).

Film yang diputar pada festival film Papua ke- III ini berupa film dokumenter yang amat singkat di bagi dalam 3 tema yaitu perempuan dan kebudayaan, perempuan dan perannya dalam pembangunan serta perempuan dan lingkungan hidup.

Ketua Panitia Festival Film Papua ke III Agus Kalalu mengatakan kegiatan ini merupakan kali ke III diadakan namun pertama kali di tayangkan di Kota Sorong dengan tema Perempuan Penjaga Tanah Papua.

“Sebenarnya yang melatarbelakangi dibuatkan film dokumenter ini dilihat dari banyak hal yang masih terpendam di Papua sehingga bagaimana harus diungkapkan oleh sebab itu kami bersama dengan Tim Papuan Voice membuat film sebagai alternatif terbaik yang mudah untuk dipahami orang karena dengan pemutaran film maka masyarakat akan menonton dan tahu tentang tujuan dari film tersebut tanpa kami harus jelaskan,” ungkapnya kepada wartawan.

Agus mengaku ada sekitar 17 film dokumenter yang dibuat, namun yang terpilih hanya 10 film dan akan diputar pada fastival kali ini untuk dinilai oleh 4 juri yang berasal dari Malaysia, Jakarta dan Jayapura.

Selain diadakan fastival film, diakui Agus bahwa dirinya pun merangkul masyarakat sekitar untuk mengadakan pameran baik tas lokal, kuliner, aksesoris Papua dan etnik suku Moi sebab pemutaran film kali ini berada didaerah Malamoi.

“Pada dasarnya rangkaian kegiatan ini menuju pada hari Masyarakat Adat Sedunia yang jatuh pada tanggal 9 Agustus 2019,” pungkasnya.

Sementara itu salah satu inspirator pada film Mutiara dalam Noken, Maria L. R menyampaikan bahwa ini merupakan suara dari mata hati mereka sehingga masyarakat Papua bisa melihat dan mendengar melalui film dokumenter yang dibuat Papua Voice.

“Saya berharap agar dokter muda yang merupakan orang asli Papua yang tamat dari Uncen bisa tinggal dan mengabdi diatas tanah Papua, saya tidak menyebutkan universitas lain karena saudara-saudara saya yang berasal dari luar Papua tidak mungkin mau mengabdi diatas tanah Papua,”ujarnya.

Film ini hampir semuanya berisi kisah para perempuan dari berbagai wilayah di Papua dan sisanya adalah cerita para perempuan dari wilayah lain di Indonesia maupun di Pasifik yang penting untuk dipelajari para penonton di Papua.

Anda mungkin juga berminat