Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Khawatir Terjadi Kericuhan, Anak Sekolah di Aimas Diliburkan

0 91

Aimas, TN – Khawatir terjadi kericuhan hingga aksi anarkis dan penjarahan seperti di sejumlah wilayah di Papua dan Papua Barat, anak sekolah di Kabupaten Sorong diliburkan sampai batas waktu yang belum ditentukan. Alasan lainnya, karena tenaga pengajar dan kepala sekolah banyak yang tinggal di Kota Sorong dan takut berangkat ke sekolah, karena aksi pemalangan jalan.

Dari pantauan Teropongnews.com pada Rabu (21/8/2019) hingga pukul 7.30 Wit, sekolah-sekolah yang masih menutup rapat pagar gerbang adalah SMP Negeri 1 Sorong yang ada di Jl. Klamono-Sorong Km 19, SD Negeri 1 di Jl Klamono-Sorong Km 19 kelurahan Aimas,  kemudian SD Negeri 12 di kelurahan Malagusa, SD Negeri 13 di Kelurahan Malawili, SD Negeri 15 di Kelurahan Malawele.

Pemberitahuan libur sekolah itu dilakukan mendadak, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Seperti disampaikan Willi, satpam di SD Negeri 15 kepada Teropongnews.com. Saat malam dia menerima telepon dari kepala sekolah, agar gerbang sekolah dibuka karena anak-anak masuk sekolah.

“Tapi tadi saya di telepon lagi, katanya masih diliburkan lagi. Makanya ini anak-anak yang sudah datang, saya suruh pulang lagi sesuai perintah kepala sekolah,” kata Willi.

Menurut Ririn, salah seorang guru di SD Negeri 15, meliburkan kegiatan belajar mengajar itu atas inisiatif masing-masing sekolah demi menjaga keamanan anak didik. “Yang saya tahu, tidak ada pemberitahuan resmi dari dinas. Tapi masing-masing berinisiatif, sambil menunggu perkembangan situasi,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Hartutik, salah seorang guru di SD Negeri 58 kelurahan Mariat. Pada Selasa (20/8/2019) lalu dirinya masih masuk sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. “Anak-anak masuk seperti biasa, tidak libur,” katanya.

Kekhawatiran terjadinya kericuhan seperti di daerah lain, juga disampaikan warga pemilik kios. Mereka tidak berani membuka tempat usahanya seperti biasa, khawatir terjadi kericuhan. “Dibuka yang sedikit saja begini. Nanti kalau ada keributan, tinggal tutup cepat,” kata Lasiem, pemilik kios sayur di Jl Cempedak.

Sejumlah pemilik toko yang ada di jalur poros, tidak ada yang berani membuka usahanya. Deretan ruko yang ada di depan alun-alun Aimas, sejak Selasa (20/8/2019) ditutup total. Pemilik Tangguh Mart yang ada di Jalan Sorong-Klamono Km 19, bahkan menutup jendela kaca tokonya dengan kayu papan.

Anda mungkin juga berminat