Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kepala Puskesmas Malawili: Mantri Pustu Mariat Gunung Datang Setiap Hari

0 500

Aimas, TN – Kepala Puskesmas Malawili Engelina Y. Tanamal, S.Kep, membantah jika mantri yang menjadi tenaga kesehatan di Puskesmas Pembantu Mariat Gunung Distrik Aimas, tidak pernah hadir melayani masyarakat setempat.

Pernyataan ini disampaikan Engelina Tanamal, saat diundang Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong di ruang kerjanya, untuk mengklarifikasi keberadaan Pustu Mariat Gunung yang rusak parah, dan tidak pernah ada tenaga kesehatan yang bertugas, Rabu (6/11/2019).

“Pak Matri datang setiap hari. Yang rusak itu hanya rumah tempat dia tinggal. Kalau (bangunan) yang sebelahnya tidak rusak, dan tetap dia kasih pelayanan. Kalau masyarakat bilang tidak datang, ya memang masyarakat seperti itu,” ujar Engelina Tanamal.

Selain Pustu Mariat Gunung, yang juga menginduk kepada Puskesmas Malawili adalah Pustu Aimas, Malawele, Klabinain dan Warmon. Menurutnya, di Pustu Mariat Gunung, dia memiliki dua petugas, 1 orang mantri (Abraham Komendi) dan 1 orang bidan (Siti Sangaji) yang bertugas di Polindes. Beberapa waktu lalu ada tambahan 1 orang tenaga kesehatan yang diperbantukan dari Klaili, tapi sekarang sudah kembali lagi ke tempat asalnya.

“Jadi petugas yang ada di kami, 1 mantri dan 1 bidan. Bidan ini beberapa bulan lalu tidak aktif karena mendapat SK pindah ke Puskesmas Sorong. Sedang kami sendiri tidak tahu kalau dia itu dipindahkan. Terus dia marah, dia tidak masuk kerja. Dia pergi ke Puskesmas Sorong, kepala puskesmasnya bilang, kamu ketemu ibu (Kepala Puskesmas Malawili) dulu kalau pindah ke sini,” urai Engelina.

Setelah bertemu dirinya, Bidang Siti itu bilang kalau mendapat SK pindah ke Puskesmas Sorong. “Saya bilang ke dia, saya tidak tahu kalau kau pindah. Kau kembali kerja saja sudah, kita tidak punya petugas,” kata Engelina.

Baca juga: https://www.teropongnews.com/pustu-mariat-gunung-rusak-dan-tak-ada-mantri-kepala-dinas-kesehatan-tak-berkutik/

Kemudian soal Mantri yang tidak mau menetap di tempat itu, kata Engelina, karena kondisi bangunan yang rusak dan tidak ada listrik.

“Dua minggu lalu kami sudah pergi foto dan mau perbaiki yang rusak. Pak Mantri bilang, ibu saya mau pergi kalau sudah diperbaiki dan ada listrik. Lalu saya bilang ke dia, oke kita perbaiki, kita pergi urus listriknya, tapi kau harus janji sama saya, kau harus tinggal, dia bilang iya,” kata Engelina.

Ignasius Mate, Ketua RT 01 (kiri) dan Benni Turot, Ketua RT 04 Kelurahan Mariat Gunung. (Foto:Tantowi/TN)

Apa yang disampaikan Kepala Puskesmas Malawili ini kontra dengan yang disampaikan warga Mariat Gunung. Menurut Indah, salah seorang warga yang tinggal disamping pustu, mengatakan kalau fasilitas kesehatan itu sudah lama tidak pernah ada mantrinya. Pernyataan senada juga disampaikan Benny Turot, Ketua RT 01 dan Ignasius Mate, Ketua RT 04 Mariat Gunung.

Saat bertemu wartawan di Kantor Bupati Sorong di KM 24, kedua RT itu menceritakan kondisi Pustu yang jarang ada petugas kesehatannya. Karena tidak ada petugas yang tinggal di tempat itu, meski sudah disediakan rumah dinas, tempat itu sering digunakan untuk mabuk dan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kami mau sampaikan ke Pak Bupati, agar Pustu itu difungsikan kembali. Kami masyarakat yang ada di Mariat Gunung, harus turun ke Aimas atau ke Mariat jika inging berobat. Petugas kesehatan di Pustu Mariat Gunung ini tidak pernah ada,” kata Ignasius, yang dibenarkan Benni.

Sementara menurut Indah, kalau pun ada petugas kesehatan yang datang, waktunya hanya sesaat. Biasanya kata Indah, mantri kesehatan yang tinggal di Kota Sorong itu, baru datang sekitar pukul 09. 00 WIT, dan sudah turun lagi ke kota pukul 11.00 WIT.

“Masyarakat yang datang mau berobat, sudah tidak ada petugasnya. Kalau pas ketemu mantrinya, kami tidak dapat obat, karena obat yang ada sudah kadaluarsa,” urai Indah.

Sementara menurut Sunarwan, mantan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong, harus ada sistem yang diterapkan untuk memastikan kehadiran tenaga kesehatan yang bertugas di pustu. Sebab, kalau hanya mengandalkan absensi kehadiran secara manual, dapat dipastikan akan selalu penuh terisi tanda tangan kehadiran.

“Kalau di Puskesmas Mariat, kami sudah menerapkan BioFinger sehingga absensi kehadiran petugas bisa akurat. Ini bisa diterapkan untuk petugas yang tidak tinggal di tempat tugas,” kata Sunarwan, yang kini menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mariat, bertukar tempat dengan dr. Ronney Kalesaran. **

Anda mungkin juga berminat