Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kepala Dinas Pendidikan Ancam Pecat dan Blokir Rekening Guru Pemakan Gaji Buta

0 387

Aimas, TN – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, menebar ancaman memblokir gaji guru yang malas menjalankan kewajibannya mengajar anak didik di sekolah. Jika sanksi itu juga tak membuatnya jera, pemecatan akan dilakukan terhadap yang bersangkutan.

Demikian disampaikan Kepas Kalasuat S.Pd. M.Pd, Kepala Dinas P&K menanggapi para guru di SD 16 Kampung Kasimle Distrik Seget, yang sudah satu bulan terakhir tidak pernah datang ke sekolah.

“Saya akan perintahkan pengawas untuk turun cek lapangan, benarkah terjadi seperti ini. Kalau ini tidak ada laporan, kami tidak tahu. Kita ini punya wilayah cukup luas, sementara pengawas sekolah terbatas, sehingga wilayah tidak terjangkau,” kata Kepas, Rabu (30/10/2019).

Dengan minimnya jumlah pengawas, maka diharapkan peran aktif dari masyarakat, dalam hal ini Kepala Kampung atau Komite Sekolah, untuk menyampaikan laporan jika ada guru di wilayahnya tidak pernah hadir menjalankan tugas.

“Kalau memang terjadi seperti itu, silakan Kepala Kampung atau Komite Sekolah membuat laporan kepada kami, sehingga kita bisa blokir gajinya. Karena pembayaran saat ini sudah dibayar melalui rekening masing-masing pegawai, sementara kami tidak tahu satu persatu mengenai aktivitas mereka,” ujarnya.

Jika tidak ada laporan mengenai guru yang malas masuk kelas, maka kata Kepas, sudah bisa dipastikan yang bersangkutan menikmati gaji buta yang setiap bulan dibayar oleh negara. Jika kemudian gaji itu dimakan seluruh keluarganya, maka yang dimakan itu sesuatu yang tidak halal.

“Kalau ada guru yang tidak mengajar, tapi mau menikmati gaji, uang itu tidak halal, tidak menjadi berkat,” tandasnya

Kepas akan memanggil para guru yang dilaporkan tidak pernah masuk kelas, termasuk guru dan Kepala Sekolah di SD Negeri 16 Kasimle. Baca juga : https://www.teropongnews.com/anak-kampung-kasimle-merindukan-guru-merindukan-pelajaran/

Jika sanksi pemblokiran gaji dan peringatan lisan tidak diperhatikan, maka Kepala Dinas  P&K akan memberhentikan yang bersangkutan dari tenaga pengajar. Sebab, mereka yang malas pergi ke sekolah, sudah melanggar sumpah pegawai yang diucapkan dulu, ketika mau diangkat sebagai guru.

“Kan sumpah janjinya dulu, siap untuk ditempatkan dimana saja sebagai bentuk pengabdian. Kalau ternyata sekarang mereka ingkari, ya silakan untuk berhenti,” kata Kepas.**

Anda mungkin juga berminat