Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kepala BNNP : Ada 6 Daerah di Papua Yang Rawan Narkoba

0 109

Biak, TN– Kepala BNNP Papua, Brigjen Pol,Drs.Abdul Kadir membeberkan adanya 6 Daerah yang memiliki nilai tinggi kuantitas peredaran Narkoba. Bahkan, dalam kurung waktu tiga bulan di awal tahun 2018 ini, BNNP sudah berhasil mengungkap 176 tersangka narkoba.

“Kami sangat memprihatinkan meningkatnya jumlah kasus narkoba di wilayah Papua. Sebab terhitung dari bulan Januari hingga Maret, kami sudah berhasil mrngungkap 176 tersangka,”katanya kepada koran ini, jumat (8/6/2018) di Polres Biak Numfor.

Ia mengatakan, kasus narkoba tahun 2018 ini meningkat 50 persen dari tahun 2017 yang lalu. Pasalnya, 245 kasus dengan 301 tersangka berhasil diungkapkan di tahun 2017. Kini, walaupun BNN Papua belum memiliki fasilitas lembaga rehabilitasi, namun sebagian besar tersangka narkoba sudah direhabilitasi, melakukan rawat inap dan rawat jalan.

Adapun 6 Daerah yang memiliki nilai tinggi kuantitas Narkoba antara lain, Jayapura, Keerom, Mimika, Jayawijaya, Merauke dan Nabire. Sedangkan Kabupaten Biak Numfor masih minim ditemukannya potensi rawan narkoba.

“Hal yang memperhatikan lagi bahwa 60 persen dari antara seluruh tersangka itu berusia produktif remaja, dengan modus dan latar belakang yang berbeda. Tapu lebih cenderung, awalnya coba-coba gratis, ketika sudah ketagihan bukan gratis lagi dan lama-lama jadi pengedar,”ungkapnya.

Selain itu, dikarenakan Provinsi Papua belum memiliki balai rehabilitasi maka selain BNNP Papua yang mengadakan, ada juga bekerjasama dengan beberapa puskesmas di Jayapura,RS Bhayangkara dan RS Jiwa Abepura.

“Walaupun Biak masih dikatakan minim porensi narkoba, tetap Biak harus perketat pengawasan jangan sampai narkoba berkeliaran. Sebab biak memiliki jalur akses laut dan udara yang lancara,”imbuhnya.

Dihimpunnya, partisipasi aktif dari semua stakeholder dan masyarakat luas untukmelakukan pencegahan peredaran narkoba di tanah Papua. Sebab BNN dan Kepolisian tidak dapat betjalan sendiri, tanpa kerja sama yang baik antara seluruh stekholder. Ia menghimpun masyarakat untuk katakan “No Narkoba”.

“BNNP Papua maupun BNN Kabupaten serta Kepolisian, tidak dapat berjalan sendiri dalam mencegah peredaran narkoba di Papua tanpa ada partisipasi aktif dari masyarakat,meski berbagai upaya terus dilakukan dengan pemberian edukasi ke semua jenjang pendidikan, serta membentuk pegiat anti narkoba,dan upaya lainnya”katanya. (dfw)