Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kemenko Marves Diseminasikan RZ KSN Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat

0 159

Sorong, TN – Kawasan Strategis Nasional (KSN) memegang peranan penting dalam pertumbuhan perekonomian Indonesia. Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marves) mendorong upaya koordinasi dan percepatan penetapan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Rencana Zonasi KSN ini sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 32 Tahun 2014 tentang Kelautan, Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 2019 tentang Rencana Tata Ruang Laut, dan amanat Perpres No. 16 tahun 2017 tentang Kebijakan Kelautan Indonesia (KKI).

Rencana Zonasi KSN yang disusun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebanyak 38 lokasi KSN yang memiliki wilayah pesisir dan laut. KKP melalui Direktorat Perencanaan Ruang Laut, saat ini sedang menyusun Rencana Zonasi KSN Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat yang ditargetkan selesai tahun ini, sehingga Genap sebanyak 14 RZ KSN telah disusun KKP sebagaimana target KKI sampai tahun 2019. Namun, hingga kini belum satupun yang ditetapkan menjadi Peraturan Presiden. KemenkoMarVes berkomitmen memfasilitasi proses koordinasi dan integrasi sesuai tupoksi Kementerian.

Wilayah perencanaan RZ KSN Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat meliputi perairan di Kabupaten Raja Ampat dan sebagian perairan di Kota Sorong. Kota Sorong merupakan daerah penyangga bagi kawasan Raja Ampat yang sebagian besar perairannya merupakan kawasan konservasi. Wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kawasan KKH Raja Ampat dikenal memiliki keanekaragaman hayati laut yang tinggi meliputi terumbu karang (coral reefs), padang lamun (seagrass bed), mangrove dan sumber daya ikan seperti ikan karang, cetacean, parimanta, penyu, dan biota kharismatik lainnya.

“Kegiatan utama di kawasan ini adalah perikanan tangkap dan budidaya laut (rumput laut, mutiara, ikan dan lainnya), serta pengembangan wisata bahari dan pengelolaan kawasan konservasi perairan yang efektif,”papar tim koordinator bidang kemaritiman dan ivestigasi Muhammad Rusdi, pada kegiatan diseminasi RZ KSN Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat di Swissbel hotel, Jumat (29/11).

Rusdy menjelaskan, RZ KSN KKH Raja Ampat selanjutnya akan dilakukan pembahasan dan ditetapkan sebagai Peraturan Presiden sebab memiliki peranan sangat penting.

Menurutnya,  Kawasan raja ampat dengan pesonanya memiliki nilai penting dan strategis secara nasional maupun internasional, daya tarik pariwisata laut yang ditaburi gugusan pulau-pulau kecil yang menawan tersebut perlu diatur rencana zonasi dan rencana tata ruangnya secara terpadu dan berkelanjutan.

“Ini akan mendorong investasi masuk.
Rencana zonasi KSN Kawasan Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat ditetapkan dengan tujuan untuk mewujudkan kawasan yang dikembangkan untuk perlindungan keanekaragaman hayati laut sebagai kawasan konservasi laut warisan dunia, dan kawasan yang berdaya saing berbasis pengelolaan Sumber Daya Kelautan dan pariwisata dengan prinsip berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,”jelasnya.

Lanjutnya, Sejalan dengan tujuan ini, Kemenko Marves mendorong masuknya investasi biru (blue investment) yakni investasi bidang kelautan dengan penerapan konsep ekonomi biru (blue economy) melalui pemanfaatan berkelanjutan sumber daya laut untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan mata pencaharian, dan lapangan pekerjaan dengan tetap menjaga kesehatan ekosistem laut secara lestari.

Selain itu, beberapa jenis investasi untuk industri yang sedang berkembang termasuk energi, desalinasi air laut; perikanan dan akuakultur, ekowisata, pelayaran dan pelabuhan. Perairan laut Raja Ampat sangat berpotensi untuk ini, khususnya ekowisata dan budidaya perikanan.

RZ KSN Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat, diwujudkan dalam Pola Ruang Laut yang bernilai penting dan strategis nasional, meliputi: Kawasan Konservasi, yang terdiri dari Suaka Alam Perairan (SAP) Kepulauan Raja Ampat dan Laut sekitarnya,  SAP Kepulauan Waigeo Sebelah Barat dan Laut Sekitarnya, TWP Kepulauan Raja Ampat (Ayau-Asia, Teluk Mayalibit, Selat Dampier, Kofiau-Boo dan Misool Selatan), Cadangan kawasan konservasi perairan di sekitar Misool Utara, dan Cagar Alam Kofiau-Boo.

“Kawasan konservasi ini juga merupakan destinasi ekowisata bahari kelas dunia. Zona-zona khusus pariwisata dialokasikan diantaranya di Teluk Kabui, Pulau Mutus, serta Pulau-pulau Nusela. Selain itu, kawasan jasa/perdagangan untuk mendukung kawasan ekonomi khusus Sorong, sedangkan pelabuhan utama Sorong dan pelabuhan pengumpul Arar menjadi pusat kegiatan kepelabuhanan terpadu dengan Pelabuhan Perikanan Sorong,”terangnya.

Sementara itu,  untuk rencana Struktur Ruang Laut, terdiri dari Pusat Pertumbuhan Kelautan dan Perikanan, berupa Sentra Perikanan Tangkap dan/atau Perikanan Budidaya di Sorong dan Raja ampat yang berlokasi di Misool Utara. Sedangkan Pusat Industri Kelautan, berupa Sentra Industri Maritim di Perairan Sorong.

“Upaya mensinergikan potensi dan perencanaan zonasi di perairan raja ampat melalui Diseminasi ini diharapkan dapat menjadi forum terjaringnya masukan dan saran dari kementerian/lembaga dan pemerintah daerah terhadap penyempurnaan Dokumen Final dan Ranperpres RZ KSN Konservasi dan Keanekaragaman Hayati Raja Ampat. Proses selanjutnya adalah pembahasan pada tingkat kementerian, Panitia Antar Kementerian, Harmonisasi dan Penetapan,”tutup Rusdy.

Anda mungkin juga berminat