Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kemendag Imbau Pemda Agar Bersiap Menghadapi Potensi Kenaikan Permintaan Bapok

0 85

Sorong, TN-  Kementerian Perdagangan bersinergi dengan pemerintah daerah dan pelaku usaha di Papua Barat untuk memastikan stabilitas harga dan pasokan Barang kebutuhan Pokok (Bapok), khusus menjelang Natal 2019 dan Tahun Baru 2020.

Kali ini, Kemendag diwakili Staf Ahli Bidang Pengamanan Pasar, Sutriono Edi dan Pemerintah Provinsi Papua Barat menyelenggarakan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) mengenai Bapok di Sorong, Kamis (5/11), di Vega Hotel Sorong.

Rakorda dihadiri Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Papua Barat Melkias Werinussa, Kepala Dinas
Perindustrian dan Perdagangan provinsi Papua Barat George Yarangga, Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Papua Barat Donny Heatubun, Kepala Bulog Cabang Sorong Ramadin Rudin, serta perwakilan dinas yang
membidangi perdagangan dari seluruh kabupaten/kota di provinsi Papua Barat. Selain itu, hadir pula Tim
Pengendali Inflasi Daerah, perwakilan satgas pangan, serta pelaku usaha bapok.

“Menjelang Natal dan Tahun Baru, biasanya terjadi peningkatan permintaan bapok, yang dapat berdampak
pada kenaikan harga. Untuk itu, perlu dilakukan langkah antisipasi khususnya di daerah-daerah yang
mayoritas penduduknya merayakan Natal serta daerah penyumbang inflasi tinggi. Salah satunya, dengan
meningkatkan sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah,” ujar Edi.

Edi mengimbau pemerintah daerah agar bersiap menghadapi potensi kenaikan permintaan bapok serta
mencermati kondisi cuaca. Hal ini dilakukan dengan memantau dan melaporkan perkembangan harga harian
bapok, khususnya beras secara intensif di pasar pantauan.

Berikutnya, pemerintah daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan hambatan distribusi bapok,
seperti kerusakan jalan atau hambatan lain yang dapat mengganggu kelancaran distribusi. Selain itu, Pemerintah daerah diharapkan dapat memantau dan melaporkan jumlah stok bapok yang dimiliki pedagang di pasar pantauan, guna mengetahui perkiraan kebutuhan.

“Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah koordinatif untuk menstabilkan harga bila
terjadi kenaikan harga yang di luar kewajaran,” kata Edi.

Pemerintah daerah, lanjut Edi, harus meningkatkan koordinasi antarinstansi di daerah untuk memastikan
ketersediaan bapok melalui kegiatan operasi pasar dan pasar murah di lokasi-lokasi pemukiman masyarakat
berpendapatan rendah.

“Pemerintah daerah juga harus memastikan pelaku usaha tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan
mengimbau pelaku usaha untuk tidak menimbun barang dalam rangka spekulasi. Dalam melakukan
pengawasan, pemerintah daerah perlu meningkatkan kerja sama dengan Satgas Pangan,” ungkap Edi.

Dalam Rakorda ini disampaikan, pasokan bapok yang ada di gudang pantauan, yaitu gudang pelaku distribusi
dan gudang Bulog. Menurut Edi, pasokan yang ada sekarang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat
kota Sorong dan sekitarnya untuk tiga bulan ke depan.

Di gudang Bulog Sorong tercatat memiliki pasokan sebesar 4.800 ton beras dan cukup untuk tiga bulan ke
depan. Selain beras, di gudang bulog juga tersedia gula sebanyak 287 ton dan minyak goreng sebanyak 12
ton.

Anda mungkin juga berminat