Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

KEK Sorong Difokuskan Pada Sumberdaya Kelautan, Bahan Tambang dan Perkebunan

0 73

Aimas, TN – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sorong  yang telah ditetapkan Presiden sebagai salah satu proyek strategis nasional, difokuskan pada tiga kegiatan pokok sesuai potensi sumberdaya yang ada daerahnya, yakni pengolahan Sumberdaya Kelautan, Bahan Tambang serta Perkebunan.

Potensi sumberdaya kelautan, diharapkan dapat menjadi pilar ketahanan pangan nasional dan mampu mensejahterakan masyarakat pesisir Papua.

“(Penetapan) KEK itu yang teken (tanda tangan) Presiden, bukan saya. Sehingga tidak bisa diganggu gugat. Lalu apa fokusnya KEK Sorong? yang pertama sumber daya kelautan, kedua sumberdaya bahan tambang, ketiga adalah perkebunan. Sehingga dengan pengelolaan potensi sumberdaya ini, nantinya akan ada penciptaan lapangan kerja cukup banyak,” kata Menko Perekonomian Darmin Nasution, usai meresmikan KEK Sorong di Pelabuhan Arar, Jumat (10/10/2019).

Menurutnya, KEK itu didesain oleh pemerintah untuk mempertemukan sumberdaya yang ada di daerah dengan demand-nya, dengan pemasarannya. Kata Darmin, KEK ini semacam infrastruktur, tapi bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan juga ada soft infrastrukturnya.

“Tujuannya supaya sumberdaya yang ada di daerah lebih cepat diolah, kemudian dipasarkan, bisa di dalam negeri bisa di luar negeri,” tandasnya.

Dengan diresmikan pengoperasian KEK Sorong, praktis secara nasional saat ini terdapat 13 KEK yang sudah beroperasi. Dari jumlah itu, 8 KEK fokus pada kegiatan industri, dan 5 KEK bergerak dalam pengelolaan potensi pariwisata. Ditambahkan Darmin, akan ada 4 KEK lagi yang akan dibentuk, dan saat ini masih dalam proses penetapan peraturannya oleh presiden.

“Bersyukur hari ini di Kabupaten Sorong kita bisa bisa melaksanakan peresmian 1 proyek yang penting ini,” tandasnya.

Untuk memasukkan suatu proyek sebagai kategori proyek strategis nasional, kata Darmin, ada dua syarat, yakni penting untuk perkembangan daerah itu sendiri dan penting secara nasional. Oleh karena itu, dengan resminya KEK Sorong ini, pemerintah percaya bahwa ini akan berdampak penting bagi kehidupan ekonomi di Papua Barat dan di Kabupaten Sorong khususnya, tetapi juga akan membawa manfaat bagi perekonomian nasional.

Dalam lima tahun terakhir, pemerintah telah membangun 226 proyek strategis nasional yang akan tuntas pada akhir 2019. Untuk mempercepat masuknya investor di KEK Sorong, maka pemerintah memberikan stimulus sebagai daya tarik, seperti proses perijinan yang dipermudah, dan pembebasan pajak (tax holiday) pada periode tertentu.

Sebetulnya aturan tax holiday untuk menarik investor itu sudah ada, tapi berlaku dengan ketentuan dan syarat . Misalnya kalau investasinya sekian besar, maka tax holiday antara 3 sampai 5 tahun. Persyaratan itu yang memicu multi tafsir dan menyebabkan ketidak jelasan aturan.

“Makanya saat ini sedang kita ubah aturannya, mudah-mudahan dalam dua tiga minggu sudah keluar. Di aturan yang baru ini, sudah jelas, tax holiday-nya sekian lama, dan 100 persen. Berbeda dengan dulu, yang masih ada pembatasan dan membuat tidak jelas. Kalau tax holiday, ya holiday, 100 persen, tidak pake range, antara sekian dan sekian sehingga menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda,” ujar Darmin.**

Anda mungkin juga berminat