Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kecam Insiden Surabaya, Gubernur : Kami Punya Harga Diri dan Martabat

2 11.421

Jayapura, TN – Gubernur Papua, Lukas Enembe mengecam tindakan yang terjadi kepada mahasiwa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang. Gubernur menyampaikan orang Papua punya harga diri dan martabat.

“kami bukan bangsa monyet, kami manusia Papua yang punya harga diri dan martabat,” kata Gubernur saat konfrensi pers di gedung negara, Minggu (18/8)

Gubernur juga menyampaikan akan mengirimkan tim ke Surabaya, Malang dan Semarang. “ Kita akan bentuk tim yang melibatkan pemerintah provinsi, kodam, MRP dan DPRP, apakah di pulangkan nanti kita lihat situasinya seperti apa,” kata Gubernur.

Sebelumnya Gubernur Papua juga menyampaikan lima point terkait insiden tersebut, Di point pertama Gubernur selaku kepala daerah di Papua menyatakan empati dan prihatin terhadap insiden yang terjadi di Surabaya, Semarang dan Malang, dimana terjadi penangkapan dan atau pengosongan asrama mahasiswa Papua di Kota Surabaya.

“Pemerintah menghargai langkah hukum yang dilakukan aparat keamanan sepanjang dilakukan secara profesional, proposional dan berkeadilan,” kata Gubernur.

Dalam hal ini, lanjut Gubernur, Aparat keamanan diharapkan tidak melakukan pembiaran terhadap tindakan persekusi, main hakim sendiri oleh kelompok maupun individu yang dapat melukai hati masyarakat Papua. “ Hindari adanya tindakan menggaggu represif yang dapat menimbulkan korban jiwa, kegaduhan politik dan rasa nasionalisme anak bangsa,” kata Gubernur.

Selanjutnya Gubernur berharap atas insiden tersebut untuk tidak di respon berlebihan tanpa adanya tindakan bertentangan dengan norma, adat dan budaya. “ Kami harap masyarakat Papua yang ada di Papua khususnya dan di seluruh Indonesia umumnya untuk merespon kejadian ini secara wajar tanpa di ikuti dengan tindakan-tindakan yang bertentangan baik secara norma adat maupun tindakan yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” kata Gubernur.

Kepada masyakat Non Papua, Gubernur juga berharap untuk tetap menjaga harmonisasi dan tidak melakukan tindakan inkonstitusional serperti pesekusi, main hakim sendiri, memaksakan kehendak, bertindak rasis, intoleran dan diskriminatif yang melukai hati masyarakat Papua. “ Kita sudah 74 tahun merdeka seharusnya tindakan-tindakan intoleran , rasis dan distriminatif tidak ada lagi di negara ini,” kata Gubernur.

Dalam pernyataan itu juga Gubernur menyampaikan Papua adalah Indonesia, yang merupakan miniatur Indonesia dan Berbhineka Tunggal Ika, dimana Provinsi Papua dihuni beragam agama, etnis, budaya dan semuanya hidup berdampingan. “ Masyarakat asli Papua menyambut baik dan memperlakukan masyarakat non Papua dengan terhormat dan sejajar, sehingga kami berharap kehadiran masyarakat Papua di berbagai wilayah di Indonesia juga mendapat perlakuan yang sama,” kata Gubernur menambahkan bahwa itu adalah komitmen kita sebagai anak bangsa dalam rangka mewujudkan Indonesia damai, berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi dan beretika secara budaya.

Diakhir pernyataannya, Gubernur mengajak para kepala daerah di Indonesia untuk ikut melakukan pembinaan terhadap mahasiswa Papua di wilayah masing-masing sebagaimana Papua melakukan pembinaan kepada pelajar, mahasiswa maupun masyarakat Papua yang berasal dari luar Papua.

“Ini sebagai upaya kita bersama untuk mencegah terjadinya insiden serupa dikemudian hari, dan tentunya untuk kita bersama-sama merajut nasionalisme, persatuan dan kebersamaan sebagai anak bangsa,” tutup Gubernur.

Anda mungkin juga berminat