Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kawasan Wisata Mangrove Kota Sorong Jadi Pilot Project Kemenpar RI

0 115

Sorong,TN- Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dan sebagai wahana edukasi bagi kaum milenial, Pemerintah Kota (Pemkot) Sorong berinisiatif membuat Kawasan Wisata Mangrove Klawalu yang beralamat di Jl Malibela Kelurahan Klawalu Kota Sorong.

Pemilik hak ulayat Yonas Malibela, S.AN mengatakan pihaknya rela memberikan tanah adat marga Malibela Klawalu yang mereka miliki untuk dikembangkan Pemkot Sorong menjadi taman wisata, guna kemajuan Kota Sorong sebagai kota termaju di tanah Papua.

Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkot Sorong karena sebelum melakukan pembangunan taman wisata, terlebih dahulu menghubungi pemilik hak ulayat.

“Kalau bisa pemerintah kota juga siapkan perpustakaan didalam taman, agar selain orang datang untuk jalan-jalan mereka juga bisa lebih mencintai membaca. Dengan demikian kita meningkatkan gemar membaca bagi anak-anak dan masyarakat,” imbuhnya pada acara Peresmian Kawasan Wisata Mangrove Klawalu, Kamis (16/5).

Deputi Pengembangan Destinasi Pariwisata Kementerian Pariwisata RI yang diwakili Rudolf Yerangga mengatakan taman wisata mangrove Klawalu menjadi viral dimana-dimana, karena merupakan yang pertama di Papua dan Papua Barat.

Menurutnya, taman wisata mangrove Klawalu Kota Sorong menjadi contoh dan pilot project bagi Kementerian Pariwisata untuk dibicarakan dan dibahas di daerah lain.

“Kementerian Pariwisata telah menyiapkan dana sebesar 2,4 M untuk menambah pembangunan di kawasan wisata mangrove Klawalu Kota Sorong, salah satunya akan dibangun menara pandang dan panggung kesenian. Selain mendukung DAK fisik, kementerian juga mendukung DAK non fisik seperti membentuk warga sadar wisata,” tandasnya.

Lanjutnya, sektor pariwisata merupakan penyumbang defisa terbesar kedua setelah kelapa sawit. Dengan dikembangkannya sektor pariwisata, maka demikian akan membuka peluang lapangan kerja seluas-luasnya. Tanah Papua sangat diperhatikan khususnya dari sisi pariwisata.

Wali Kota Sorong Drs Ec Lambert Jitmau, MM menambahkan kawasan mangrove harus dijaga dan dilestarikan. “Harus dibuat papan larangan bahwa tidak boleh ada kegiatan apapun didalam kawasan mangrove,” pungkasnya.

Ditambahkan Lambert, Pemerintah Kota akan kelola Kawasan Mangrove Klawalu 5 sampai 10 tahun kedepan, setelah itu pengelolaan akan diserahkan sepenuhnya ke pemilik hak ulayat untuk mengelola agar dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat adat.

Anda mungkin juga berminat