Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Kapal Latih, Kadisdik Sulsel Mangkir

0 44

Makassar, TN – Polrestabes Makassar saat ini sementara mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kapal latih untuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) senilai Rp34 miliar di Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).

Pengadaan kapal latih untuk delapan unit itu berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2018. Laporan yang disampaikan jika proyek tersebut sudah tuntas. Namun, saat dilakukan pengecekan di lapangan, ternyata kapal-kapal itu masih dalam proses pengerjaan di tahun 2019. Padahal, anggaran proyek sudah dicairkan 100 persen.

Penyelidikan yang dilakukan pihak Polrestabes Makassar sudah dimulai sejak awal Maret 2019 lalu. Tim penyidik sendiri setelah memeriksa kurang lebih 10 orang saksi yang berasal dari panitia lelang, tim teknis dan ahli. Dari hasil pemeriksaan itu, penyidik menyimpulkan jika kasus ini bisa dinaikkan ke tahap penyidikan.

Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sulsel, Irman Yasin Limpo alias None yang merupakan adik kandung eks Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mangkir dari panggilan tim penyidik Polrestabes Makassar, Senin (17/6). None sendiri sedianya akan diperiksa sebagai saksi.

Menurut Kasat Reskrim Polrestabes Makassar, AKBP Indratmoko, Irman Yasin Limpo mangkir dari panggilan penyidik, dengan alasan sementara berada di Singapura. Sehingga dia minta ke penyidik untuk dijadwalkan ulang.

“Jadi, yang bersangkutan (Irman) tidak penuhi panggilan alias mangkir, karena sementara berada di luar negeri (Singapura). Katanya sih, menjenguk kakaknya yang tengah sakit, Ichsan Yasin Limpo (eks Bupati Gowa). Dan kita teliti, ada surat izinnya dari Gubernur Sulsel,” kata Indratmoko kepada wartawan, di ruang kerjanya, Rabu (19/6).

Selain Kadisik, tim menyidik juga telah mengagendakan untuk memanggil dan memeriksa Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ruslim.

Tim penyidik Polrestabes Makassar sendiri telah 3 kali dipanggil, namun selalu mangkir. Tim penyidik saat ini tengah menelusuri keberadaan Ruslim dengan mendatangi kediaman. Namun yang bersangkutan tidak ada. Diduga sedang di luar Kota Makassar. “Aturannya, jika tiga kali panggilan tidak dipenuhi, maka akan dijemput paksa,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat