Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kapolda: Segera Laporkan Jika Ada Anggota TNI-Polri Tidak Netral

0 24

Aimas,TN- Tinggal 43 hari lagi pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden RI akan dilaksanakan. Untuk itu, perlu dicek sudah sampai dimana kesiapan TNI, Polri dan Aparatur Sipil Negara (ASN) mulai dari level Panglima, Kapolda sampai ke Babinsa, Babinkamtibmas sampai aparat kampung.

Kapolda Papua Barat Brigjen Pol Albert R. Rodja mengatakan, Pemilu 2019 berbeda dengan Pemilu-Pemilu sebelumnya. Dalam hal ini akan banyak persoalan yang akan dihadapi di lapangan.

“Kita harus secara berjenjang mengatur strategis apa yang harus dilakukan oleh ujung tombak yaitu Babinsa, Bhabinkamtibmas tentang teknis kegiatan. Kita harus menyiapkan diri dengan baik, bukan hanya bicara teori saja,” ungkap Kapolda Papua Barat dalam Apel Sinergitas di Gedung ACC.

Lanjutnya, berdasarkan pertemuan dengan Bawalu RI beberapa waktu lalu, Provinsi Papua Barat dinyatakan sebagai daerah yang rawan konflik.

Oleh karena itu, sebagai garda terdepan maka para Babinsa dan Babinkamtibmas yang bertugas harus berlatih komunikasi yang baik dengan penyelenggara dan peserta pemilu dalam hal ini masyarakat.

“Sekarang banyak terjadi politik identitas, banyak syarat hoax dan money politik. Pada saat masa tenang nanti yang harus menjadi perhatian supaya tidak terjadi money politik. Karena tim-tim pasti berputar otak untuk meraih suara termasuk bermain money politik. Tugas kita agar tidak terjadi hal itu,” ujarnya seraya menambahkan setiap TPS ada kerawanan disitu.

Lanjutnya, untuk pengamanan Pemilu 2019, Polri mengerahkan personil sebanyak 3193, TNI-AD sebanyak 2259 personil dan Linmas sebanyak 7968 orang. Sementara untuk Polda Papua Barat BKO personil sebanyak 667 orang. Ditambahkannya, dalam pengamanan Pemilu nanti, TNI diharap bisa membantu anggota Polri khususnya dalam menjaga objek-objek vital supaya tidak terjadi persoalan.

“Polda Papua Barat sudah menerima DIPA operasi mantap mansinam sebesar 45 miliar lebih, dan sudah masuk di DIPA masing-masing Polres. Selain itu, laporkan ke panglima dan kapolda kalau ada anggota TNI-Polri yang tidak netral disertai bukti foto dan video. Tugas kita hanya bagaimana pemilu berjalan lancar dan aman,” pungkasnya seraya menambahkan sampai hari ini pihaknya hanya menangani 3 kasus tindak pidana Pemilu di Papua Barat yaitu di Raja Ampat, Maybrat dan Fak-Fak.

Anda mungkin juga berminat