Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kapolda Maluku: Sepak Bola Maluku Harus Dikembangkan

0 15

Ambon, TN – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa berharap, sepakbola di Maluku bisa dikembangkan, dan bisa menembus Liga 1.

“Saya rasa kita semua sependapat bahwa sepakbola di Maluku ini harus kita kembangsuburkan,” kata Kapolda kepada wartawan, di Lapangan Mandala Remaja Ambon, di kawasan Karang Panjang, Senin (28/1).

Menurut dia, seluruh stakeholder harus bahu membahu mewujudkan cita cita bersama yaitu membawa sepakbola Maluku menembus liga 2 ataupun liga 1 Indonesia.

“Karena adik-adik banyak main bola di pinggir jalan. Tidak ada yang mewakili Maluku masuk liga 2, atau liga 1. Kita harus bisa,” pinta Kapolda.

Orang Maluku, kata Kapolda, memiliki banyak pemain sepakbola. Tapi sayang, banyak pemain muda handal tidak mampu membawa perwakilan Maluku menembus tournamen bergengsi di Indonesia.

“Masa hanya ada Persipura, Serui (Papua) yang masuk liga one. Masa PSM Makasar. Masa PSIS Semarang, dan PSMS Medan saja. Harus ada juga kesebelasan yang mewakili Maluku,” harapnya.

Menurut Kapolda, semangat para pemain masih membara. Olehnya itu Dia meminta pemain muda U23 harus melebihi pemain legendaris tersebut.

“Tadi eksebisi dari orang tua. Jadi adik-adik ini harus semangat. Tentunya didukung oleh pemerintah. Didukung oleh kita semua. Kami bekerjasama dengan PSSI, Koni dan semua, kita gerakan pertandingan sepakbola.

Kecil-kecil saja, yang penting ada semangat, ada riak-riak, ada kegiatan tournamen yang betul-betul resmi,” ungkapnya.

Inti digelarnya pertandingan tersebut, kata mantan Manager Bhayangkara FC ini yaitu, bagaimana dapat membawa keterwakilan sepakbola Maluku di devisi utama utama maupun devisi 2 liga Indonesia.

“Cita-cita kita, bagaimana Maluku ada keterwakilannya di liga 2, liga 1. Harus. Entah tahun berapa nanti. Dari sekarang harus disiapkan. Bagaimana mau berbuat kalau berfikir saja tidak. Berpikir dan berbuat baru bisa. Jang biking malu Ambon, Maluku. Kita banyak gudangnya pemain bola,” tegas Kapolda.

Wakil Ketua Koni Maluku Agus Lomo mengaku, tournamen memperebutkan piala Kapolda Maluku ini merupakan momentum terbaik, untuk membangun olahraga sepakbola di daerah seribu pulau tersebut.

“Kita berharap, kompetisi U23 ini akan menjadi kalender tetap dari Asprov PSSI Maluku. Harapan kita bersama adalah kompetisi ini berjalan lancar, sportifitas, fair play serta pertandingan harus kita tegakan,” pintanya.

Agus mengajak para pemain, offisial dan penonton harus bersikap dewasa dalam ajang adu kuat dan strategi di lapangan hijau tersebut.

“90 menit di lapangan, kita adalah musuh dan selebihnya kita adalah saudara. Jangan karena bola kaki, persaudaraan kita yang sudah dibangun selama ini menjadi terganggu serta terjebak dalam pola pikir yang dangkal. Yang kalah harus legowo dan menang harus tetap merendah hati,” pintanya.

Sukses menggelar tournamen sepakbola U13 dan U15 di akhir tahun 2018 lalu, Polda Maluku kembali menggelar pertandingan serupa khususnya Usia 23 tahun (U23).

Tournamen sepakbola milenial U23 Kapolda Maluku Cup 2019 ini resmi dibuka oleh Kepala Kepolisian Daerah Maluku Inspektur Jenderal Polisi Royke Lumowa, di Stadion Mandala Remaja, Karang Panjang, Kota Ambon, Provinsi Maluku, Minggu (27/1) sore.

Kompetisi itu diikuti 12 tim sepakbola U23 dari berbagai daerah di Provinsi Maluku yang akan berlangsung di Stadion Mandala Remaja sejak Minggu (27/1) hingga Minggu (10/2) mendatang.(*)

Anda mungkin juga berminat