Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kapendam : Cuaca dan Geografis Jadi Kendala Proses Pencarian Helikopter TNI AD di Oksibil

0 84

Jayapura, TN – Proses pencaharian Helikopter  TNI AD MI-17 dengan Noreg HA-5138  telah dilakukan sejak Jumat (29/6). Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Muhammad Aidi mengatakan  upaya pencarian dilaksanakan baik dengan melalui jalur darat maupun dengan jalur udara.

Kata Kapendam, pencaharian melalui jalur udara, dimana  TNI mengerahkan dua unit helly Bell 412 milik penerbad TNI AD dan pesawat CN235 milik TNI AU. Sementara untuk jalur darat telah dikerahkan satu SSK personel SAR gabungan  terdiri dari unsur TNI, Polres Pegunungan Bintang, Basarnas Provinsi Papua dan sukarelawan masyarakat

“kita juga melibatkan unsur satuan kewilayahan guna mencari informasi melalui masyarakat,” kata Kapendam.

Hanya saja, lanjut Kapendam mengakui bahwasanya untuk pencaharian lewat jalur darat memang mengalami banyak kendala yakni faktor cuaca dan geografis. Kapendam merincikan, dalam upaya pencarian melalui udara kebih kepada faktor cuaca. Dimana, sepanjang hari di wilayah Oksibil tertutup kabut tebal dengan visibility sangat rendah hanya berkisar antara 10 hingga 50 meter.

“Tentu ini sangat membahayakan penerbangan, dan ini juga yang menyebabkan pencarian lewat jalur udara untuk hari ini tidak dapat dilaksanakan secara maksimal,” kata Kapendam.

Sementara kendala yang dihadapi untuk proses pencaharian lewat jalur darat, kata Kapendam lebih kepada medan geografis yang sangat berat, kontur medan pegunungan dan jurang terjal dan tertutup dengan hutan lebat dan infrastruktur sangat terbatas.

“Sebagian besar antara satu daerah dengan daerah yang lain tidak terhubung dengan ruas jalan kendaraan darat. Sehingga hanya bisa ditempuh dengan jalan kaki melalui jalan setapak atau menerobos hutan belantara,” kata Kapendam.

Kapendam juga mengaku, untuk wilayah Pegunungan Bintang sebagian besar merupakan blank spot area tampa signal hp, sehingga hal itu juga menghambat komunikasi dan informasi dari masyarakat. Namun demikian upaya pencarian tetap terus dilaksanakan dengan mengelolah berbagai informasi dan keterangan baik dari masyarakat maupun dari data inteligen satelit,”

“Setiap keterangan yang diterima akan dihimpun, diolah dan dianalisa selanjutnya dilaksanakan pengecekan langsung ke lapangan meskipun dengan segala keterbatasan akses,” jelasnya.

Kapendam berharap  seluruh warga khususnya di sekitar lokasi wilayah Pegunungan Bintang, bila mendapatkan keterangan tentang kedudukan pesawat tersebut, atau ada warga yang melihat, mendengar indikasi kedudukan pesawat tersebut dapat menghubungi posko TNI di Koramil Oksibil atau di Base Ops Silas Papare Sentani Jayapura, atau dapat menghubungi no. 08129625704

Pesawat MI-17 dengan Noreg HA-5138 milik Penerbad TNI AD mengalami lost contack saat melaksanakan misi penerbangan dari bandara Oksibil Kabupaten Pegunungan Bintang ke Bandara Sentani Jayapura. Pesawat tersebut dilaporkan membawa 12 orang terdiri dari 07 orang crew dan 05 orang personil Satgas Yonif 725/Wrg  yang akan melaksanakan pergantian Pos.

Anda mungkin juga berminat