Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kantor BLUD UPTD Raja Ampat Dipalang

0 9.238

Waisai, TN – Kantor Unit Pelayanan Teknis Daerah Badan Layanan Umum Daerah (BLUD-UPTD) provinsi Papua Barat dipalang pada Senin (1/7) pagi

Kepada awak media, Kepala BLUD-UPTD provinsi Papua Barat, Syafri, menjelaskan bahwa permasalahan palang yang dilakukan oleh tujuh orang mantan tenaga honorer BLUD-UPTD provinsi Papua Barat ini telah diselesaikan dengan pembahasan bersama di Polres Raja Ampat untuk mencari solusi atas miskomunikasi yang terjadi terhadap PP nomor 23 tahun 1955 tentang gaji Pegawai Negeri Sipil.

Menurut Syafri, mantan tenaga honorer ini meminta pesangon selama menjadi tenaga honorer di BLUD-UPTD yakni sejak 2014 hingga 2017, padahal hal tersebut tidak terdapat pada peraturan maupun undang-undang. Sehingga saat dimediasi oleh Polres Raja Ampat, dirinya mengusulkan sejumlah solusi.

“Hal tersebut tidak dapat langsung diputuskan oleh saya. Solusi yang saya tawarkan tadi adalah pesangon dalam bentuk penghargaan kepada mereka yang telah bekerja walaupun hanya tenaga kontrak di BLUD-UPTD. Apalagi mereka ini tenaga honorer sejak tahun 2014 hingga 2017. Sehingga sementara ini saya tinggal menunggu rekomendasi oleh Badan Pengawas Tenaga Kerja provinsi Papua Barat dan Dinas Tenaga Kerja kabupaten Raja Ampat agar penghargaan ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Saya pun berharap agar rekomendasi ini segera dikeluarkan agar penghargaan ini segera diberikan,” papar Syafri.

Diakuinya pula, beberapa hal pun sempat dibahas pada mediasi tadi. Menurutnya sejak peralihan BLUD-UPTD dari kabupaten Raja Ampat ke provinsi Papua Barat per 1 Januari 2018, banyak permasalahan yang belum diselesaikan dengan baik.

“Saya ditunjuk sebagai kepala BLUD-UPTD ini dengan SK April 2018. Dimana sebelum itu pun terjadi kekosongan lembaga saat BLUD-UPTD diserahkan ke provinsi Papua Barat per 1 Januari 2018 lalu. Saya seperti mengurai benang kusut. Namun secara perlahan telah mulai dibenahi,” jelas Syafri.

Informasi yang dihimpun teropongnews.com, setelah mediasi yang dilakukan di Polres Raja Ampat, palang pun dibuka sendiri oleh mantan tenaga honorer tersebut dengan dikawal oleh aparat keamanan Polres Raja Ampat.

Anda mungkin juga berminat