Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kantor Balai PJN XVII Sorong, Didatangi Puluhan Anggota GMNI

0 943

Sorong, TN- Merasa tidak puas dengan kinerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XVII Sorong, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sorong, Senin pagi (16/9) mendatangi kantor Balai Besar PJN XVII di Jl. Sapta Taruna masuk, Km 10, Sawagumu Sorong Utara, Kota Sorong.

Tuntutan yang dibacakan ketua GMNI Sorong, Raimond Yekwam, mendesak kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional untuk bertanggungjawab melakukan pengerjaan jalan dari gunung Malaumkarta kabupaten Sorong dan gunung Dela kabupaten Tambrauw.

Selanjutnya mahasiswa mendesak kepala BPJN XVII segera bertanggungjawab terhadap publik dalam hal ini sebagian masyarakat kabupaten Sorong dan kabupaten Tambrauw agar menghindari konflik sosial.

Mereka juga menyebutkan, pengerjaan ruas jalan dari gunung Malaumkarta sampai gunung Dela adalah tanggungjawab pihak Balai PJN XVII yang harus diselesaikan sesuai kalender kerja.

Selain itu, menurut mahasiswa tuntutan tersebut dibuat karena selama ini, ruas jalan tersebut sudah banyak memakan korban jiwa hingga meninggal dunia, sehingga menjadi perhatian pemerintah dalam hal ini Balai PJN XVII Sorong.

Usai membacakan poin tuntutannya, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia Sorong ini, mengancam akan menduduki kantor Balai PJN XVII dengan massa yang lebih besar, jijka poin tuntutan mereka tidak dilaksanakan sama sekli.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Balai PJN VII Sorong, Handayani, dihadapan mahasiswa menjelaskan, tahun 2019 ini, pemerintah melalui Kementrian Pekerjaan Umum Perumaan Rakyat (PUPR) telah menyiapkan 2 paket pengerjaan dari Makbon menuju Mega kabupaten Sorong yaitu pengerjaan pesertasi dan pengerjaan geometrik.

“Tahun ini, Makbon-Mega oleh Kementrian PUPR telah menyiapkan dua paket, yaitu paket persepasi Makbon Mega yaitu aspal tiga kilo, dan perbaikan geometrik Makbon Mega selain itu juga ada penurunan gred, artinya gunung-gunung yang tinggi dipangkas kasi rendah,” jelas Handayani.

Namun diakuinya, dalam pengerjaan ruas jalan tersebut, pihaknya selalu mendapat masalah, dimana sering terjadi pemalangan terhadap proses pengerjaan, sehingga tentunya mengganggu pengerjaan jalan tersebut.

Anda mungkin juga berminat