Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kampung Sarsang Merauke Dapat Bantuan 2 Sumur Bor Air Bersih

0 106

Merauke, TN – Organisasi Katolik Awam asal Belanda, Vrienden Van Bokki memberikan bantuan berupa 2 Sumur Bor untuk menyuplai persediaan air bersih bagi masyarakat Kampung Sarsang, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Papua.

Kedua sumur bor itu mulai dikerjakan Senin (16/07) dilengkapi peralatan dan tower penampung air. Diperkirakan dalam waktu 2 minggu sudah bisa dimanfaatkan masyarakat setempat.

“Ini bantuan dari para pekerja sosial Nederland dengan bantuan dana senilai150 juta rupiah. Mereka ada 4 orang datang tangani langsung pengerjaannya bersama masyarakat,” jelas Ketua Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Agung Merauke, Bruder Yohanes Kedang, MTB di lokasi pembuatan sumur.

Sementara itu, perwakilan pekerja social, Richard Van Stel mengatakan organisasi Katolik Awam Belanda, Vrienden Van Bokki ini telah memberikan bantuan sosial di beberapa negara lainnya dalam bidang kesehatan, pendidikan dan pembangunan rumah bagi orang tidak mampu.

Menurutnya, mereka akan melihat kondisi masyarakat lokal di Merauke dan melihat bantuan apa yang perlu mereka berikan selanjutnya. Bantuan ini atas kerjasama antara para bruder Maria Tak Bercela (MTB) dengan pihak awam sosial Belanda berdasarkan keluhan kondisi warga Sarsang.

“Sehingga kami berkeinginan untuk datang ke Merauke dan melihat langsung. Kami berjumlah 1000 orang yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan. Bantuan sudah kami berikan di negara lain dan beberapa tempat di Afrika dan Afrika Selatan,” ujarnya.

Warga Kampung Sarsang memang selalu mengalami kesulitan air bersih pada musim kemarau. Untuk mendapatkannya, mereka harus mengambilnya di daerah yang tersedia air bersih di SP2, Kumbe, Kuper dan Semangga.

“Itu bagi yang punya kendaraan. Kadang kami menggunakan tanki dengan bayaran 150 sampai 200 ribu per tanki. Dengan bantuan ini kami sangat terbantu,” jelas Ketua Dewan Stasi St. Yosep Kampung Sarsang, Petrus Gonzales.

Ia menambahkan, kampung Sarsang yang memiliki 200 kepala keluarga tersebut belum defenitif.. Masyarakat setempat masih butuh perhatian dari pemerintah untuk pembangunan di kampung.