Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kampung Klayili Terima Hibah PLTS dari ITRI dan Tatung University Taiwan

0 430

Klayili, TN – Masyarakat Kampung Klayili Distrik Klayili Kabupaten Sorong, boleh tersenyum girang menyusul hibah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dari Industrial Technology Research Institute (ITRI) dan Tatung University Taiwan.

Masyarakat yang bertahun-tahun mendapatkan harapan palsu akibat panel solar cell dari Kementerian ESDM yang tak berfungsi, bisa menikmati lampu penerangan dalam waktu 24 jam. Kementerian Desa PDTT serta Kementerian Ketenagakerjaan RI yang ditunjuk menempatkan barang hibah ini.

“PLTS ini akan memberikan multiplier effect terhadap kehidupan masyarakat di Kampung Klayili. Jadi kami berharap, setelah dipasang, mohon masyarakat ikut merawat dan menjaga,” kata Astri Christafilia Litha dari Kemenaker.

Hibah dari Taiwan ini, sebelumnya difasilitasi oleh Asian Productivity Organization (APO), dimana Indonesia adalah salah satu anggotanya. “Dan di Indonesia, Kemenaker RI, khususnya Direktorat Bina Produktivitas Dirjen Bina Pelatihan dan Produktivitas sebagai NPO (National Productivity Organization) Indonesia,” terang Astri, yang juga sebagai Liaison Officer (LO) NPO.

Perwakilan dari ITRI dan Tatung University Taiwan, Kemenakertrans, BLK Sorong dan perwakilan dari Pekmab Sorong, survei lokasi pemasanan PLTS di Kampung Klayili, Rabu (27/11/2019). (Foto:Tantowi)

Kepastian PLTS ini akan dipasang di Kampung Klayili, setelah tim dari ITRI yang diwakili Tom Wu dan Joanna Chen, Tatung University (Prof. Chu-Shou Yang), Tatung Company (Marco Tsai), bersama perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan RI (Astri Christafilia Litha) dan sejumlah pejabat Pemkab Sorong melakukan survei lapangan, Rabu (27/11/2019).

“Dari hasil survei tadi, disepakati PLTS hibah ini akan dipasang di Klayili meski di kampung itu sudah ada panel solar cell,” kata Suroso SIP.MA, Staf Ahli Bupati Sorong Bidang Pembangunan, yang ikut dalam survei.

ITRI adalah salah satu institut penelitian teknologi terapan terbaik di dunia dan terbesar di Taiwan. Sedangkan Tatung University (TTU), adalah universitas swasta yang berorientasi pada pengajaran dan penelitian yang diakui program teknik dan manajemennya. Universitas ini dikembangkan oleh Tatung Company, perusahaan multinasional listrik terkemuka di Taiwan.

Baca juga: https://www.teropongnews.com/di-kampung-klayili-proyek-solar-cell-senilai-rp-24-miliar-ini-jadi-besi-tua/

Sebagai pilot project, panel surya yang akan dipasang berkapasitas 10 kW dengan cadangan mesin genset berkapasitas 3kW. PLTS ini akan diprioritaskan untuk sumber energi di Kantor Distrik, Puskesmas dan Kantor Kampung. “Untuk rumah penduduk juga mendapatkan aliran listrik, tapi penggunaannya kan tidak seperti perkantoran,” jelas Suroso.

Proyek ini akan dimulai pada pertengahan Desember, dengan pengiriman material dari Taiwan ke Jakarta. Yang bertanggungjawab dalam pengiriman antarnegara ini, adalah pihak ITRI dan Tatung.  Sedangkan untuk pengiriman dari Jakarta ke Sorong, tanggungjawab Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dan membawa dari pelabuhan Sorong ke Kampung Klayili, tanggungjawab Pemkab Sorong.

“Itu pembagian tugas yang sudah disepakati bersama,” kata Suroso.

Kemudian untuk merakit panel itu, akan dilakukan tim teknis dari ITRI dan Tatung, dibantu oleh tenaga Balai Latihan Kerja (BLK) Sorong yang berkolaborasi dengan BLK Serang, Banten. Tapi sebelum barang datang, BLK Sorong akan merekrut sejumlah pemuda dari Kampung Klayili, untuk mendapatkan program pelatihan teknis perawatan PLTS.

“Tujuannya agar ada teknisi lokal dari kampung setempat, yang bisa memperbaiki panel ini jika terjadi kerusakan,” jelasnya.

Karena melibatkan banyak sektor, maka Tim Pemkab Sorong yang dibentuk, melibatkan sejumlah OPD Teknis, seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Baperlitbang).

Meski sebelumnya sudah diinstruksikan Bupati Sorong agar OPD Teknis yang ditunjuk ikut dalam survei, tapi hanya beberapa perwakilan dari OPD yang terlibat turun kampung.**

Anda mungkin juga berminat