Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kalapas Kelas IIB Tobelo Sesalkan Pernyataan Ketua KPU Halmahera Utara

0 156

Ternate, TN – Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, Rizal Effendi, menyesalkan pernyataan yang disampaikan Ketua KPU Kabupaten Halmahera Utara, Muhlis, kepada para narapidana.

Ketua KPU Kabupaten Halmahera Utara, Muhlis Kari, nyaris diamuk puluhan narapidana dan warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tobelo, Rabu (17/4).

Menurut Rizal, Muhlis tidak seharusnya berbicara seperti itu di depan napi dan warga binaan. Dia mempertanyakan terkait dengan tidak ada Tempat Pemungutan Suara (TPS) khusus yang disediakan di lapas tersebut seperti lapas maupun rutan lainnya.

“Di dalam lapas tidak ada TPS khusus yang disediakan, bahkan pihak KPU menyuruh warga binaan mencoblos di luar lapas,” ujarnya kepada wartawan, di Ternate, Kamis (18/4) malam.

Menurut dia, ketika para narapidana mencoblos di luar lapas, apakah KPU bisa bertanggung jawab ketika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. “Para napi ini disuruh keluar, nyoblos di luar lapas, pertanyaan KPU apakah bisa bertanggung jawab?” katanya.

Ketua KPU Kabupaten Halmahera Utara saat memberikan penjelasan terhadap 33 narapidana di Lapas Kelas IIB Tobelo. Dalam penjelasannya, Muhlis menyatakan bahwa tidak semua warga Indonesia itu memperoleh hak.

Hal itu menyinggung puluhan narapidana, karena pernyataan Muhlis dianggap merugikan hak-hak warga binaan dalam menyalurkan hak suaranya pada Pilpres dan Pileg 2019 yang berlangsung Rabu pagi.

Sebelumnya, didapatkan informasi karena tidak adanya TPS khusus, 33 narapidana di lapas tersebut tidak dapat menyalurkan hak pilihnya. “Tidak semua warga negara Indonesia itu memperoleh hak,” kata Muhlis di depan narapidana yang turut disaksikan Kepala Lapas Kelas IIB Tobelo, Rizal Efendi.

Pernyataan itu spontan membuat narapidana berteriak dan mengejar Muhlis. Beruntung, petugas lapas segera mengamankannya.

Anda mungkin juga berminat