Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kagama Papua Barat Gelar Baksos di Lembah Kebar, Pedalaman Kepala Burung Papua

0 202

Kebar, TN – Rasa peduli dan cinta Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) kepada Tanah Papua dan masyarakatnya, diwujudkan dalam bentuk pengabdian pada masyarakat di Distrik Kebar Kabupaten Tambrauw, Provinsi Papua Barat, pada 24-26 Oktober 2019.

Bakti sosial berupa pengobatan massal dan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat setempat ini, dipusatkan di Puskesmas Kebar pada Jumat, 25 Oktober 2019, dan dibuka oleh Bupati Tambrauw yang juga adalah Ketua Umum Kagama Provinsi Papua Barat, Gabriel Asem, SE., M.Si.

“Terima kasih untuk saudara-saudara alumni UGM yang telah membantu Pemerintah Kabupaten Tambrauw untuk memberikan pelayanan dasar di bidang kesehatan melalui pengobatan masal ini,” kata Gabriel Asem saat memberikan sambutan pada acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengarahkan kepada seluruh warga agar memanfaatkan sebaik-baiknya event ini, “Bapak, mama dan seluruh masyarakat harus gunakan kesempatan yang baik ini untuk berobat. Kagama sudah membawa tim dokter lengkap, sampaikan keluhkan, nanti akan ditangani oleh orang yang tepat,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, secara simbolis Ketua Kagama Papua Barat itu menyerahkan 1 dari 71 buah kaca mata baca yang disiapkan kepada ibu Agustina Howay sebagai tanda dimulainya bakti sosial tersebut.

Di tempat yang sama, secara terpisah, Suroso, S.IP, MA, Sekretaris Kagama Papua Barat menjelaskan bahwa kegiatan baksos pengobatan masal ini tidak diarahkan untuk menggantikan fungsi-fungsi pelayanan oleh Puskesmas Kebar, namun lebih diarahkan untuk saling melengkapi jenis layanan yang belum diberikan.

“Selama ini, untuk mendapatkan pelayanan spesialis, masyarakat harus ke kota, Manokwari atau Sorong dan harus mengeluarkan biaya yang banyak. Saat ini, Kagama yang menghadirkan para dokter spesialis untuk langsung melayani masyarakat dan gratis,” ungkap Suroso.

Pengobatan masal yang dilaksanakan sejak jam 9 pagi hingga jam 9 malam ini melibatkan 10 orang dokter, ahli gizi dan para medis yang memiliki kualifikasi baik.

“Kami membawa 6 orang dokter, terdiri dari 1 orang dokter spesialis penyakit dalam, 1 orang dokter spesialis anak, 3 orang dokter spesialis bedah, 1 orang spesialis kandungan. Ada 3 dokter umum dan 1 orang dokter gigi” ungkap dr. Theo Mansa, Sp.B., Koordiantor Umum Baksos yang juga adalah dokter sub spesialis bedah digesti yang terlibat langsung dalam pengobatan masal tersebut.

dr. Theo Mansa, Sp.B., Koordiantor Umum Baksos , melayani pemeriksaan kesehatan salah seorang warga Kebar.

Menurutnya, total sebanyak 675 pasien yang dapat dilayani dalam kegiatan itu, dengan rincian 12 pasien dilakukan operasi bedah ringan. Untuk pasien yang perlu penangan lebih lanjut, tim dokter Kagama PB merujuk 1 pasien ke RSUD Manokwari, 3 pasien ke RSUD Kabupaten Sorong, dan 1 pasien dirujuk ke RSUD Sele be Solu Kota Sorong.

Untuk pelayanan kandungan sebanyak 67 pasien, dan harus  dirujuk sebanyak 2 orang. “Dokter gigi kami berhasil melakukan tindakan kepada 12 orang pasien” imbuh Theo.

Selain pengobatan terhadap manusia, pengurus Kagama PB juga melakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan terhadap hewan ternak dan hewan peliharaan milik warga. Kata Theo, ada 2 orang dokter hewan yang ikut dalam baksos itu.

“Untuk melakukan pemeriksaan/pengobatan hewan ternak dan hewan peliharaan warga sebanyak 42 ekor,” jelasnya

Selain pengobatan, di Kebar Kagama PB juga melakukan pembuatan taman/rumah baca dengan memanfaatkan rumah warga yang disambut antusias oleh anak-anak.

Lebih lanjut, Theo Mansa mengungkapkan bahwa kegiatan baksos ini terlaksana atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Tambrauw dan Kagama Papua Barat yang juga diarahkan dalam rangka menyambut HUT Kabupaten Tambrauw ke-11 Tahun 2019.

Di akhir kegiatan, Kepala Puskesmas Kebar mewakili seluruh masyarakat yang dapat terlayani dalam pengobatan masal ini mengucapkan terima kasih kepada Tim Bakti Sosial Kagama di Distrik Kebar dan sekitarnya.

Suroso, mewakili Ketua Umum Kagama Papua Barat menghaturkan terima kasih kepada semua pihak, lebih khusus kepada Tim Dokter dan paramedis yang bukan Alumni UGM, namun telah berkolaborasi dan bersinergi untuk memberi pelayanan kesehatan. “Mari bersama Kagama kita membangun Tanah Papua,” pungkasnya.**

Anda mungkin juga berminat