Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Kadishut Maluku Akui Tiga Proyek Dinas PUPR KKT Masuk Kawasan Hutan Produksi

0 45

Ambon, TN – Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Provinsi Maluku, Zadli Ie mengaku, tiga Mega proyek Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yakni, Proyek jalan Siwahan-Karatat senilai Rp4,2 miliar; Pembangunan jalan masuk wisata Genangan Lorulung senilai Rp2,5 miliar; Dan pembangunan jalan masuk wisata Genangan Lorulung tahap dua sebesar Rp7,8 miliar, masuk kawasan hutan produksi.

“Iya betul, tiga proyek itu memang masuk kawasan hutan produksi. Makanya, mereka sudah melayangkan surat ke kita (Dishut),” kata Zadli kepada Teropongnews.com, di ruang kerjanya, Selasa (16/4).

Seharusnya, kata dia, Dinas PUPR KKT mengajukan proses pinjam pakai terlebih dahulu. Namun demikian, lanjut Zadli, pihaknya akan kembali meneliti berkasnya dari sisi kepentingan daerah pada saat itu.

“Mungkin orang yang membuat itu belum memahami, bahwa setiap pengunaan kawasan hutan itu, harus melalui prosedur pinjam pakai kawasan. Tetapi nanti kami cek lagi,” tegas Zadli.

Dia menyatakan, untuk hutan produksi merupakan kewenangan Dishut Provinsi Maluku lewat rekomendasi yang nantinya ditangantangani oleh Gubernur. Sementara jika masuk kawasan hutan konservasi, maka yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan ijin yakni, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Dia juga menyesali sikap Dinas PUPR KKT yang tidak terlebih dahulu mengurusi rekomendasi dan ijin, sebelum proyek-proyek yang memasuki hutan produksi maupun konservasi dilakukan.

“Modus mereka (Dinas PUPR) adalah, membangun dulu nanti ijinnya diurus kemudian. Padahal, sebelum suatu proyek dilaksanakan, harus terlebih dahulu mengurusi segala hal yang berhubungan dengan proses perijinan. Jelasnya, ijin harus dikantongi,” tandas Zadli.

Anda mungkin juga berminat