Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

JPU Dakwa Ketua RW Di Makassar Lakukan Pelanggaran

0 45

Makasaar, TN – Jaksa Penuntut Umum (JPU), Bayu Murti Ywanjono mendakwa Syamsir Zaeni, Ketua RW 06, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan telah melakukan pelanggaran Pemilu, karena ketahuan mencoblos lebih dari sekali saat Pemilu 2019 tanggal 17 April lalu. Dakwaan tersebut disampaikan JPU saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Rabu (3/7).

Syamsir Zaeni sebenarnya terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 02 Kelurahan Pandang. Akan tetapi, setelah melakukan proses pencoblosan di TPS ini, Syamsir Zaeni kemudian juga mencoblos di TPS 01 dan TPS 06 di kelurahan yang sama.

“Ini diperkuat dengan keterangan saksi Andi Idham Harun selaku ketua KPPS TPS 02, bahwa Syamsir Zaeni terdaftar sebagai DPT nomor urut 162 di TPS 02 Kelurahan Pandang dan telah melakukan pencoblosan di TPS tersebut,” beber Bayu saat membacakan isi dakwaan.

Saat mencoblos di TPS 06 yang disaksikan langsung oleh saksi Sriyanti Arifin yang saat itu jaraknya hanya 4 meter dengan Syamsir Zaeni. Saat masuk ke bilik suara, Syamsir tidak mengisi tanda tangan daftar hadir.

Bukan saja itu, Syamsir Zaeni kemudian mendatangi TPS 01 di kelurahan yang sama. Di TPS ini, saksi Sarjan Yusuf Maamun melihat Syamsir keluar dari bilik suara dan melihat Syamsir memasukkan kertas suara ke kotak suara. “Jadi ada bukti berupa rekaman video pada saat terdakwa yang sedang berada di dalam bilik suara,” tambah Bayu.

Atas tindakannya ini, Syamsir Zaeni didakwa melanggar Pasal 513 UU RI Nomor 07 tahub 2017 tentang Pemilihan Umum.

“Bahwa seharusnya terdakwa Syamsir Zaeni tidak boleh masuk ke TPS 01 dan TPS 06, Kelurahan Pandang, Kecamatan Panakukkang, Kota Makassar, walaupun terdakwa adalah seorang ketua RW di kelurahan tersebut,” demikian isi dakwaan jaksa penuntut umum yang dibacakan Bayu di hadapan majeis hakim.

Anda mungkin juga berminat