Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Jelang HUT Ke-444 Kota Ambon, Pemkot Gelar Doa Bersama

0 69

Ambon, TN – Jelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-444 pada 7 September 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon menggelar doa bersama yang berlangsung di dua lokasi, yakni Islamic Center untuk umat Islam dan Sporthall Karang Panjang untuk umat Kristiani, Kamis (5/9). Demikian rilis yang diterima Teropongnews.com, dari Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Kota Ambon, Jumat (6/9).

Doa bersama dengan tajuk “Menjadikan setiap hari pono deng kasih sayang, setiap tampa pono deng perdamaian” dihadiri oleh Seluruh pegawai Pemkot Ambon, termasuk Camat, Lurah para Kepala Sekolah dan guru SD/SMP serta RT/RW se-Kota Ambon.

Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy dalam doa bersama yang dilakukan di Sporthall mengatakan, setiap tahun Pemkot Ambon gelar doa untuk Kota Ambon, untuk mensyukuri berkat Tuhan atas kondisi Kota Ambon saat ini.

“Tuhan membuat itu indah pada waktunya. Jika kita melihat ke belakang, untuk 20 tahun yang lalu, tidak ada yang bisa diharapkan dan diimpikan dari Kota Ambon kala itu, namun dengan penyertaan Tuhan, Kota ini bisa bangkit dan sekarang dianggap sebagai kota dengan tingkat kerukunan terbaik di Indonesia,” kata Wali Kota.

Wali Kota berharap, dengan label sebagai Kota Musik, Ambon dan masyarakatnya dengan talenta-talenta yang dimiliki, lebih meningkatkan pelayanan kepada Tuhan lewat puji-pujian.

Sementara itu, Rev Mark McClendo dalam refleksinya menjelaskan, walaupun berada dalam kesesakan dan masalah yang besar sekalipun, jangan berhenti untuk selalu bersyukur, karena Tuhan tidak akan membiarkan umatnya berada dalam kesesakan lebih lama dan hidup dalam kehancuran.

Sementara itu, dalam doa bersama yang dilakukan Umat Muslim di Gedung Islamic Center, Wakil Wali Kota Ambon, Syarif Hadler mengajak masyarakatbdi Kota Ambon untuk hidup dalam kasih sayang dan perdamaian.

“Saya mengajak seluruh pegawai dan umat yang beribadah untuk menjadikan setiap hari pono dengan kasih sayang, dan setiap tempat pono dengan perdamaian,” kata Wawali.

Menurut Wawali, dengan setiap tempat pono dengan kasih sayang dan perdamaian, maka masyarakat diajak untuk jadikan kota ini sebagai tubuh, dimana kebahagiaan dan penderitaan dirasakan secara bersama-sama baik pemerintah maupun masyarakat.

Wawali juga mengajak umat muslim Kota Ambon untuk senantiasa mengisi kehidupan dengan Doa, perbuatan yang positif, kegiatan-kegiatan yang konstruktif, pikiran yang maju dan mewariskan kepada generasi muda hal-hal yang positif, mencegah mereka dari hal-hal yang negatif ditengah perkembangan teknologi informasi khususnya media sosial.

Ditempat yang sama, Ustadz Arsal Risal Tuasikal dalam ceramahnya mengatakan, warga Kota Ambon saat ini bukan lagi mempelajari toleransi tapi telah mempraktekan toleransi setiap hari. Ambon adalah Kota yang diakui nilai toleransinya bukan saja dimata nasional, tetapi juga international, karena kota ini mampu pulih dengan cepat akibat konflik sosial.

Ustadz Arsal tekankan, untuk menjadikan Kota Ambon lebih baik kedepan, pertama adalah ketaatan pada Tuhan Yang Maha Esa. Menurut Ustadz, untuk mencapai itu maka perbaikilah hubungan dengan Tuhan dan menjaga persatuan dan kesatuan antar sesama. “Maka kewajiban kita warga Kota Ambon adalah, membantu Pemerintah Kota Ambon untuk menciptakan rasa aman, tebarkan kasih sayang dan perdamaian,” ajak Ustadz.

Anda mungkin juga berminat