Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Jaga Marwah Piala Raja III 2019, Tim Klanafat Tak Lanjutkan Babak Perempat Final

0 1.034

Waisai, TN – Turnamen Piala Raja III tahun 2019 kini telah memasuki babak perempat final. Namun sedikit persoalan kemudian mencoreng jalannya turnamen tersebut, hingga dua tim harus didiskualifikasi dan satu tim memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan.

Tim yang terpaksa didiskualifikasi oleh Komite Wasit dan Komisi Pertandingan, masing-masing adalah tim Persikos Kota Sorong dan tim Cartenz Manokwari. Sementara tim Klanafat Raja Ampat memilih untuk tidak melanjutkan pertandingan di babak selanjutnya.

Kedua tim, Persikos dan Cartenz diduga melakukan kecurangan saat pertandingan berlangsung dengan cara menciptakan pertandingan negative football atau berusaha menggagalkan tim lain untuk maju ke babak selanjutnya.

Pertandingan yang saat itu sedang berlangsung antara kedua tim tersebut, dinilai wasit tidak fairplay yang kemudian diduga mengarah pada pengaturan skor, sehingga wasit memutuskan untuk menghentikan pertandingan tersebut dibaba kedua.

Disisi lain keputusan tim Klanafat Raja Ampat memilih tidak melanjutkan pertandingan ke babak selanjutnya, padahal tim yang berhombase di Waisai itu sudah mengantongi satu tiket ke babak semi final.

Alasan tim Klanafat memilih tidak melanjutkan pertandingan ke babak selanjutnya, lantaran ingin menjujung sportivitas, agar tidak ada prespektiv masyarakat, jika keputusan mendiskualivikasi kedua tim Persikos dan Cartenz, karena keberpihakan wasit kepada tim-tim di Raja Ampat, termasuk Klanafat.

Disisi lain, tim Klanafat menginginkan kalah atau menang harus melalui sebuah pertandingan, bukan mendapatkan kemenangan melalui sebuah kecurangan.

Manager tim Klanafat, Abdul Wahab Warwey, kepada awak media mengatakan, keputusan yang diambil oleh Komite Wasit dan Komisi pertandingan untuk mendiskualifikasi kedua tim itu, adalah langkah yang tepat guna menyelamatkan marwah sepak bola di tanah Papua khususnya di Raja Ampat.

“Kami sangat setuju dengan keputusan komite wasit dan komisi disiplin untuk mendiskualifikasi kedua tim Persikos dan Cartenz. Bagi kami itu langkah yang baik untuk pengembangan sepak bola profesional yang membangun prestasi generasi muda. Pertandingan yang sehat adalah pertandingan yang membangun mental pemain untuk menjadi atlit yang berprestasi,” ujar Tanjung, sapaan akrab Abdul Wahab Warwey.

Menurutnya, negative football yang dimainkan oleh tim Persikos dan Cartenz yang dinilai oleh wasit menjurus ke dugaan lengaturan skor, membuat kami dari tim Klanafat memutuskan tidak mengundurkan diri, namun memilih tidak melanjutkan permainan ke babak selanjutnya.

“Kami memilih tidak melanjutkan pertandingan, karena menunjukan bahwa, pengambilan keputusan wasit bukan karena berpihak kepada kami, tapi itulah positif footbal, jadi keputusan wasit itu, bukan karena berpihak pada tim-tim Raja Ampat,” ujar Tanjung kepada awak media, di Waisai Raja Ampat, Jumat (15/11).

Pelatih kepala tim Klanafat, Yopi Rayar, mengatakan keputasan yang sama diambil untuk tidak melanjutkan pertandingan ke babak berikut, karena dirinya menginginkan maju dengan sebuah kualitas, bukan menerima kemenangan tanpa ada pertandingan.

“Saya sebagai pelati, jika saya paksakan untuk menerima kemenanganntanpa ada pertandingan, itu bukan jiwa petarung seorang pelatih, karena sorang pelatih harus maju dengan sebuah kualitas, bukan menerima kemenangan yang diberikan tanpa pertandingan, sehingga bersama manager dan tim kami putuskan tidak melanjutkan pertandingan,” ujar Yopi Rayar.

Anda mungkin juga berminat