Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Jadi Buronan Polisi Terkait Pencurian Sapi, BM Tulis Surat Klarifikasi. Begini Isinya

0 3.291

Aimas, TN – Jajaran Reskrim Polres Sorong dibawah komando Kepala Satuan AKP Dodi Pratama S.Ik, masih memburu sejumlah nama yang diduga ikut terlibat dalam perkara pencurian sapi yang meresahkan masyarakat pemilik hewan ternak. Diantara nama itu ada BM, yang kini bersembunyi dalam pelarian. Tak ingin dirinya menjadi pesakitan, BM menulis klarifikasi yang berisi kronologi terkait kejadian tersebut dan akan disampaikan ke Kapolres Sorong.

Berikut klarifikasi BM yang salinannya diterima Teropongnews;

Kamis, 8 Agustus 2019 pukul 01.30 wit

Seorang anggota berpangkat Sertu yang berinisal NM bersama 2 org masyarakat yang tidak diketahui identitasnya membawa 1 ekor sapi kerumah saya dalam kondisi sudah mati menggunakan pick up berwarna hitam ( nopol tidak diketahui ) untuk meminta tolong. NM membangunkan saya dengan mengetuk pintu rumah, tetapi yang keluar menemui mereka itu adalah istri saya. Lalu NM berkata kepada istri saya untuk minta dibangunkan sambil berkata “Tolong bangunkan Boy kah, bilang abang ada bawa sapi”. Kemudian saya bangun dan menemui NM sambil bertanya kepada NM “Abang, kira-kira sapi ini ditembak dimana?”. Kemudian dijawab oleh NM “Sa tembak sapi ini di Sele, di Jalan Moi”. Pada saat itu kondisi sapi yang dibawa oleh NM sudah mati dan dipotong menjadi 2 bagian tanpa ada isi perut. Lalu saya suruh turunkan sapi tersebut untuk dikuliti dan dipotong-potong.

Karena pada saat itu kondisi saya sedang sakit, saya telepon saudara saya yang berinisial MAR, lalu MAR datang untuk membantu memotong sapi tersebut. Karena tidak ada kantong kresek, saya pergi mencari kantong di kios yang jaraknya kira-kira 500 meter dari rumah saya. Ternyata kios tutup dan tidak ada kantong, lalu saya mencari kios lainnya. Kemudian saya bertemu dengan sdr. ANT yang sedang bersama dengan saudaranya SIL di pos kamling RT.04/RW.14 Jalan Natuna. Pada saat itu mereka sedang berjaga di pos kamling. Kemudian saya meminta Sdr. ANT untuk menemani saya mencari kantung tetapi tidak ada juga akhirnya saya bersama ANT kembali ke rumah saya tempat diman a sapi dipotong dan sdr. ANT ikut membantu memotong. Setelah selesai dipotong, kami sama-sama menaikkan daging tersebut ke dalam mobil pick up kira-kira pkl. 03.30 wit. Sdr. ANT, MAR, dan seorang masyarakat yang tidak diketahui identitasnya itu diajak oleh anggota berpangkat sertu tersebut berangkat menuju ke kota Sorong untuk menjual daging tersebut. Saya tidak diikutsertakan karena dalam kondisi sakit.

Pukul 08.00 wit,

Saya bertemu dengan sdr. MAR di rumah saya dan MAR mengatakan “Tadi tong parah”. Kemudian saya bertanya “Ada apa?”. Lalu dijawab oleh Sdr. MAR bahwa tadi mereka ditahan polisi di depan jalan raya kantor DPRD kab. Sorong dekat tugu Paugili. Kemudian kami difoto beserta potongan-potongan daging yang ada di dalam mobil tersebut. Kemudian saya bertanya kepada sdr.MAR “Dimana anggota yang berpangkat sertu tadi? Apakah dia turun dan menyampaikan kepada polisi bahwa potongan daging-daging tersebut milik anggota sertu tersebut??”.  Saya juga menyampaikan kepada Sdr. MAR supaya jangan takut. Kemudian MAR memberikan saya uang 400 ribu rupiah hasil jual daging dan uang 400rb tersebut saya bagi dua dengan MAR. Setelah selesai membagi uang, MAR pamit pulang.

Pukul 11.00 wit,

Datang 2 orang yang tidak dikenal berpakaian sipil dan menanyakan rumah sdr. AMB. Saya menjawab bahwa benar ini rumah sdr.AMB. Kemudian 2 orang tersebut bertanya lagi “AMB ada??”, saya menjawab “AMB sedang keluar”. Mereka bertanya lagi “Kira-kira AMB keluar kemana?” saya menjawab “Mungkin ada ke hutan”. Setelah itu mereka bertanya lagi “Apakah AMB ini mempunyai no.hp?”, kemudian saya memberikan no HP AMB kepada kedua orang tersebut. Setelah 2 orang tersebut pergi, langsung saya menghubungi AMB via telepon untuk menanyakan posisi AMB. AMB mengatakan bahwa dia sedang ada di rumah temannya. Saya memberitahu AMB bahwa tadi ada 2 orang yang tidak diketahui identitasnya mencari AMB. AMB mengatakan kepada saya bahwa mungkin itu temannya. Setelah itu HP saya matikan, saya sempat melihat 2 orang tersebut menggunakan mobil AVANZA berwarna putih masuk kedalam gang. Kemudian saya kembali masuk kedalam untuk beristirahat.

Pukul 16.00 wit,

Saya baru mengetahui bahwa 2 orang yang tidak diketahui identitasnya tadi siang itu ternyata adalah anggota intel polisi dari Polres Aimas. Saya mengetahui hal tersebut dari Sdr. Habel via telepon terkait adanya keributan di dalam gang. Sdr. Habel menanyakan kepada saya “ Itu ada masalah apa di dalam gang?”. Kemudian saya mulai menduga mungkin ini tentang sapi yang dipotong tadi subuh. Sdr. Habel juga menyampaikan bahwa saya juga ada di dalam foto yang dibawa intel Polres Aimas tersebut. Kemudian saya keluar mencari tau informasi tersebut, dan ternyata pada saat itu MAR sudah dibawa oleh anggota intel Polres Aimas. Setelah saya mengetahui sdr. MAR sudah dibawa, saya berinisiatif mengecek Sdr. ANT yang jaraknya kurang lebih 300 meter. Ternyata Sdr. ANT juga sudah dibawa oleh intel Polres Aimas.

Disitu saya mendapatkan informasi dari anaknya sdr. ANT yang bernama Daniel bahwa sdr.ANT sudah dibawa ke Polsek Salawati menggunakan AVANZA warna putih untuk dimintai keterangannya. Setelah mendapatkan informasi dari anak Sdr. ANT, saya pun kembali ke rumah saya.

Pukul 16.30 wit,

Saya ke lapangan sepak bola untuk menonton pertandingan sepak bola. Setelah saya sudah di lapangan sepak bola, baru saya mengetahui bahwa SIL yang juga merupakan saudara sepupu dari sdr. ANT juga ikut ditangkap oleh intel Polres Aimas. Pada saat SIL dijemput di lapangan bola, posisi sdr AMB sementara bertanding sepak bola. Kemudian saya pun melanjutkan menonton bola setelah selesai pertandingan saya pulang kerumah.

Pukul 19.30 wit,

Istri dari MAR datang kerumah menemui saya dan menanyakan keberadaan MAR “Kenapa MAR belum pulang sampai sekarang? katanya cuma pergi memberikan keterangan di Polsek Salawati”. Kemudian saya menyampaikan istri sdr.MAR bahwa  “Jangan khawatir karena disitu ada anggota berpangkat Sertu yang berinisial NM tadi yang bertanggungjawab. Paling tidak lama lagi mereka pulang”. Setelah itu istrinya MAR pulang kerumah.

Pukul 21.30 wit,

Saya mendapatkan informasi dari AMB bahwa bos dari sdr. AMB yang berinisial SYR sudah ditahan di Polres Sorong (di Aimas).

Jumat tanggal 09 Agustus 2019

Dari hasil rapat keluarga kami berencana untuk mengantar sdr.AMB ke Polres Sorong (di Aimas) untuk memberikan keterangan terkait penahanan bosnya sdr.AMB yang berinisal SYR tersebut.

Demikian kronologi kejadian ini saya buat dengan sungguh-sungguh sesuai dengan yang saya ketahui dan saya saksikan dengan sebenar-benarnya dan saya berani mempertanggungjawabkan keterangan yang saya berikan untuk kepentingan hukum sesuai dengan UU yang berlaku.

Sorong,       Agustus 2019

Boy Merasi

Anda mungkin juga berminat