Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Inilah Berbagai Masalah Yang Dihadapi Pemkot Ambon

0 54

Ambon, TN – Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy membeberkan berbagai masalah yang saat ini dihadapi Pemerintah Kota Ambon. Masalah-masalah itu diantaranya, peningkatan kebutuhan ruang tata guna lahan didaerah rawan bencana. Selain itu, adanya pembangunan didaerah aliran sungai dan lereng terjal. Ini antara lain karena pertumbuhan dan topografi Kota Ambon yang sangat terbatas.

“Kota Ambon dilalui oleh 5 sungai besar dan didaerah padat penduduk, kemudian curah hujan tahunan yang tinggi. Topografi Kota Ambon sekitar 73 persen berlereng terjal dan kondisi panjang sungai yang relatif pendek. Jadi kalau banjir yang bersamaan dengan air pasang, sungai akan meluap karena tidak bisa mengalir ke laut. Penanganannya adalah, relokasi masyarakat pada daerah rawan bencana. Ini yang sudah kita laksanakan dan positif sekali tanggapan masyarakat, sampai dengan penyusunan peta soni daerah untuk kita antisipasi,” katanya lewat rilis yang diterima Teropongnews.com, di Ambon, Jumat (16/8).

Menurutnya, masalah penangan sampah, yang dihadapi antara lain jumlah timbunan sampah yang dihasilkan sebanding dengan jumlah penduduk. 290,16 ton per hari sampah yang ada di Kota Ambon, sampai dengan terbatasnya angkutan sampah setiap hari. Untuk itu, Pemkot Ambon, kata Wali Kota, telah mengambil langkah-langkah, antara lain dikeluarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 11 tentang pengolahan sampah, sampai dengan kegiatan car free day tanpa sampah dan lets speech event, juga kegiatan sosialisasi dan kampanye menyangkut masalah pentingnya sampah.

“Selain itu, kita juga secara rutin melakukan lomba kebersihan lorong, lomba mural, lomba bersih laut, dan lomba daur sampah, untuk memberikan stimulan pada rakyat dan masyarakat kita. Yang menarik, kami juga lakukan sekolah alam, yang diperuntukkan bagi anak-anak pemulung, yang orang tuanya itu, kerja di PTSP. Pada waktu orang tuanya memilah-milah sampah, anaknya ikut, lalu mereka kita didik dengan sebuah kondisi pendidikan secara edukatif di lingkunga itu,” kata Wali Kota.

Isu yang lain, menurut Walikota, belum optimalnya penegakkan hukum dalam pengelolaan lingkungan hidup, sehingga orang merasa bahwa pelanggaran-pelanggaran lingkungan merupakan hal yang biasa saja, dan sanksinya juga tidak terlalu berat sehingga di belum menemukan efek jera bagi masyarakat. “Untuk itu kami mengambil langkah dalam meningkatkan korelasi tingkat sektoral sampai dengan peningkatan kapasitas aparatur, dan operasi penegakkan perda,” tandasnya.

Ada inovasi-inovasi yang dilakukan Pemkot Ambon seperti, SIMANTAP (Sistem Marinyo Tabaos), SIMPAPEDA (Sistem Informasi Manajemen Pengendalian dan Pengawasan Peraturan Daerah), TAGOR (Tabaos Got Kotor), dan SMART FISHING, website yang dibuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah untuk sistem informasi rekinstruksi dan rehabilitasi pasca bencana, website kecamatan untuk monitor. “Dari inovasi yang dilakukan, dalam 2 tahun ini Pemkot Ambon sudah memperoleh 48 award,” ungkap Wali Kota.

Anda mungkin juga berminat