Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ini 15 Rekomendasi Konservasi Pari Manta Raja Ampat

0 33

Waisai, TN – Dalam diskusi yang dilaksanakan pada kamis (07/02) kemarin diruang aula kantor BAPPEDA kabupaten Raja Ampat, 15 poin rekomendasi berhasil dihimpun demi pengelolaan salah satu spot diving kebanggaan pariwisata Raja Ampat, spot Manta Sandy kedepan agar lebih baik diwaktu yang akan datang.

Poin pertama, membuat sistem bank data terkait Pari Manta. Poin kedua, harus ada legalitas (kesepakatan atau MoU) berupa kewenangan dari UPTD kepada kader Manta untuk menegakkan peraturan di Pos Manta sandy. Poin ketiga, perlu ada dokumen/autopilot untuk semua operator dan menerima training khusus agar secara mandiri bisa mematuhi Standard Operation Procedure (SOP) dan Count of Conduct (CoC) tanpa harus ada petugas di pos Manta Sandy.

Poin keempat, harus ada aturan yang dikeluarkan oleh pimpinan UPTD tentang CoC, SOP dan sanksi yang jelas dan tegas besertanya. Poin kelima, perlu adanya penataan Pos Manta Sandy yang lebih baik dan indah dengan mengambil model seperti resort, sehingga orang nyaman dan lebih tertarik untuk datang.

Poin keenam, kedepan diharapkan ada pengaturan khusus bagi wisatawan yang akan menyelam di spot manta sandy atau di spot manta lain di jam-jam khusus. Poin ketujuh, perlu dibahas tentang komplain wisatawan terkait Kartu Jasa Lingkungan (KJL) yang terlalu mahal dan tidak ada timbal balik manfaat bagi pelaku wisata lokal. Poin kedelapan, sistem pelaporan pelanggaran pada pos Manta Sandy kedepan harus ada klarifikasi dari pengelola kepada pihak yang dilapor dan perlu respon yang cepat dari pengelola.

Poin kesembilan, perlu ada sosialisasi rutin tentang aturan dan KJL oleh UPTD-BLUD kepada operator dan pelaku wisata di Raja Ampat. Poin kesepuluh, perlu minimal 1 orang khusus monitoring manta di UPTD-BLUD. Poin kesebelas, memperkuat pengelolaan manta sandy melalui struktur sosial di kampung.

Poin kedua belas, selanjutnya harus ada koordinasi langsung antara UPTD-BLUD dan Petugas Kader Manta. Poin ketiga belas, menyediakan informasi yang menarik terkait pari manta di pos manta sandy dengan menampilkan hasil-hasil monitoring pari manta kepada tamu. Poin keempat belas, harus ada pemasangan CCTV di spot dan pos manta sandy, untuk mengontrol perilaku wisatawan. Poin kelima belas, menyediakan informasi kepada tamu dan operator wisata terkait spot manta lain selain manta sandy.

Sejumlah stakeholder yang turut merumuskan lima belas poin rekomendasi ini diharapkan mampu mengawal buah pikiran yang telah disampaikan. Hal ini sebagaimana disampaikan kepala dinas Pariwisata kabupaten Raja Ampat, Yusdi N Lamatenggo setelah diskusi ini selesai.

“Ini bukti perhatian seluruh elemen stakeholder dan pihak terkait dalam pengelolaan Manta Sandy kedepan. Karena memang wisata yang berhubungan dengan aksi biota laut unik ini sangat sedikit didunia. Beberapa negara lain yang memiliki, bahkan mengatur dengan tegas wisata yang berhubungan dengan Pari Manta. Tidak segan-segan hingga di blacklist bagi pelanggar,” jelas Yusdi N Lamatenggo.(*)

Anda mungkin juga berminat