Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Ikuti Susbalan, 85 Orang Banser Digembleng Jadi Kader Militan

0 203

Klamalu, TN – Sedikitnya 85 orang anggota Barisan Ansor Sebaguna (Banser) dan Detasemen Wanita Banser (Denwatser) dari berbagai daerah di Provinsi Papua Barat, mengikut Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) 2019.

Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Kelurahan Klamalu Distrik Mayamuk ini, berlangsung selama dua hari, terhitung sejak Jumat (9/11/2019).

Abdul Salam, Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Sorong menjelaskan, Susbalan ini menjadi rangkaian dari Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) II Pengurus Wilayah GP Ansor Papua Barat.

“Ada banyak materi kepemimpinan lanjutan dan susbalan yang diberikan kepada sahabat-sahabat Banser ini. Tujuannya adalah untuk menjadikan mereka sebagai kader yang militan dalam menjaga ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah,” ujarnya.

Jika dalam kepolisian atau militer, program PKL dan Susbalan ini adalah proses untuk menjadikan seorang bintara naik menjadi perwira. Sehingga diharapakan, selesai mengikuti kegiatan tersebut, para anggota banser yang berasal dari Kota/Kabupaten Sorong, Teluk Bintuni, Sorong Selatan dan Manokwari Selatan ini bisa menjadi harmoni di tengah-tengah masyarakat.

“Karena peran banser ini bisa masuk di mana saja. Di kegiatan pemerintahan, di pengajian, di kegiatan ibadah agama lain, peran banser begitu harmoni. Banser mampu mengharmonisasi antar lembaga dan golongan,” ujar Ketua PC NU Kabupaten Sorong, H Rofiul Amri, yang menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan itu.

Diharapkan, banser yang telah mengikuti PKL dan Susbalan ini menjadi lebih militan dan tahan banting terhadap berbagai serangan dari luar, yang ingin menghancurkan NU sebagai salah satu penjaga keutuhan NKRI.

“Kita bisa saksikan sendiri di berbagai lini media sosial, begitu masifnya serangan-serangan yang ditujuan kepada Banser, kepada NU. Untuk menghadapinya, kita juga harus membekali diri dengan pemahaman teknologi informasi dan pemanfaatannya,” ujar Rofiul Amri.

Agar bisa berperan dalam ruang virtual ini, panitia PKL dan Susbalan mengundang Tantowi Djauhari, jurnalis Teropongnews.com sebagai salah satu pemateri. Dalam kesempatan ini, Tantowi menyampaikan tentang pentingnya memahami penggunaan teknologi Informasi dalam rangka pengembangan organisasi.

“Agar tidak ketinggalan kereta, tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara konvensional dalam berdakwah. Harus ada mofidikasi strategi, menyesuaikan dengan tren komunikasi di era penggunaan gadget yang begitu masif. Kita juga harus masuk ke berbagai platform media sosial dalam berdakwah,” ujarnya.

Menurutnya, sebagai badan otonomo NU dengan jumlah anggota yang cukup banyak, Banser jangan terlena dengan kemapanan organisasi, sehingga tidak memanfaatkan teknologi sebagai instrumen dalam berdakwah dan memajukan organisasi.

“Secara organisatoris, harakah NU harus memiliki kesanggupan memperbarui strategi,menyesuaikan dengan perubahan zaman. Penguasaan teknologi dan media sosial harus menjadi kesadaran seluruh banom NU, termasuk Banser,” tandasnya. **

Anda mungkin juga berminat