Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Harga Sembako Di Malut Stabil

0 25

Ternate, TN – Turunnya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis pertamax dan dexlite tidak mempengaruhi harga sembilan bahan pokok (sembako) di Provinsi Maluku Utara (Malut).

Pasalnya, sejak adanya penyesuaian atau turunnya harga BBM mulai 10 Februari 2019, namun harga sembako masih terbilang stabil. Selain itu, harga BBM di tingkat pengecer juga demikian.

Pengamat dari Universitas Muhammadiyah Malut, Mahmud Hasan mengatakan, harga sembako stabil, lantaran sebagian besar masyarakat di Malut, khususnya pengguna kendaraan roda dua dan roda empat tidak mengkonsumsi BBM jenis pertamax dan dexlite, sehingga tidak berpengaruh pada tingginya harga sembako di pasaran.

Menurut dia, distribusi BBM bagi masyarakat di Kota Ternate dan wilayah lainnya di Provinsi Malut hanyalah BBM jenis premium dan pertalite saja. Sehingga kebijakan penyesuaian harga tidak berdampak pada ekonomi masyarakat di wilayah Malut.

Dikatakan, kebijakan penyesuaian harga ini ditempuh menyusul trend menurunnya harga minyak mentah dunia dan penguatan rupiah terhadap dollar Amerika. “Selain itu, Pertamina juga senantiasa memperhatikan daya beli masyarakat dan besaran penyesuaian harga BBM menjadi lebih murah ini bervariasi di masing-masing wilayah,” tandas dia.

Sebelumnya, Unit Manager Communication, Relation dan CSR Marketing Operation Region VIII Pertamina, Brasto Galih Nugroho mengatakan, BBM untuk wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, dan Maluku Utara mengalami perubahan.

Pertamax dari Rp10.400 per liter disesuaikan menjadi Rp10.050 per liter, Dexlite dari Rp10.500 per liter disesuaikan menjadi Rp 10.400, Pertalite tetap Rp7.850 per liter.

Dengan adanya penyesuaian harga BBM itu diharapkan dapat meningkatkan loyalitas masyarakat yang sudah menjadi pelanggan produk Pertamina, sekaligus sebagai upaya perusahaan untuk mengajak masyarakat menggunakan produk-produk BBM berkualitas.

“Semua harga BBM ini juga sesuai dengan peraturan pemerintah yang mengatur harga BBM jenis BBM umum sebesar minimal 5 persen dan maksimal 10 persen dari harga dasar,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat