Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Harga Ikan Di Tidore Masih Belum Stabil

0 23

Tidore, TN – Beberapa minggu belakangan ini, harga ikan di sejumlah pasar tradisonal di Tidore, Provinsi Maluku Utara belum stabil.

Padahal, 30 sampai 40 persen nelayan hingga pemilik kapal di Maluku Utara adalah warga Tidore. Pasalnya, mereka menangkap ikan tidak hanya di Tidore, tetapi juga di perairan Bacan, Halmahera Selatan.

“Karena di sana ada industri perikanan. Itu laku terjual di sana. Pasar di Ternate juga terbuka buat mereka. Makanya di sini (Tidore) tidak terlalu banyak produksinya. Itu yang membuat harga ikan di Tidore belum terlalu stabil,” kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kota Tidore Kepulauan, Syaiful Bahri Latief, kepada wartawan, di Tidore, Selasa (22/1) sore.

Untungnya, kata dia, langkah-langkah yang dilakukan Dinas Perikanan sudah cukup memberikan sedikit harapan.

“Sudah ada kerjasama dengan pemilik kapal, yang membuat stok dan harga ikan di Tidore mulai stabil,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Tidore Kepulauan, M Tahsim Hajatudin mengatakan, tidak menentunya harga ikan di Tidore adalah problem klasik.

“Justru karena kita adalah pelabuhan perikanan skala paling strata, sehingga pelabuhan perikanan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Goto hanya bisa didaratkan kapal ukuran 3 hingga 5 gross tonage ke bawah,” ujarnya.

Dia mengaku, minimnya kapal yang masuk di TPI Goto mempengaruhi stok ikan. Terutama ikan jenis cakalang. Di sini ada persaingan harga. Sehingga, para nelayan cenderung menjual ke Ternate.

“Sebab di Ternate harganya tetap. Jadi ada disparitas harga yang cukup tinggi,” katanya.

Namun beberapa bulan belakangan ini, pihaknya terus berupaya menjaga stabilitas harga. Salah satunya adalah melakukan stocking.

“Alhamdulillah, itu berhasil. Bahkan upaya itu terlihat saat menjelang Desember 2018 lalu,” katanya.(*)

Anda mungkin juga berminat