Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gubernur : Pemasangan Prasasti di Pulau Fani, Bukti Kita Jaga NKRI

0 329

Ayau,TN- Pemasangan prasasti di Pulau Fani, Distrik Kepualaun Ayau, Kabupaten Raja Ampat, Sabtu (7/12) yang dilakukan Pemerintah Provinsi Papua Barat sebagai bukti jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Pemancangan prasasti perbatasan NKRI dengan negara kepulauan Palau di Pulau Fani hari ini sebagai bukti bahwa Pemerintah Provinsi Papua Barat jaga NKRI” kata Gubernur Papua Barat, Drs Domiggus Mandacan usai meletakan batu pertama pemancangan prasasti di Pulau Fani, Sabtu siang.

Lanjut Gubernur mengatakan, Fani merupakan pulau kosong yang tak berpenghuni berada di daerah terluar indonesia, dikhawatirkan akan dicaplok negara perbatasan seperti Palau.Karena berangkat dari pengalaman beberapa pulau terluar di Indonesia maka untuk mengantisipasi pencaplokan itu, pemancangan prasasti sebagai bentuk klaim negata Indonesia melalui Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Raja Ampat.

“Sudah beberapa pengalaman yang terjadi terhadap sejumlah pulau terluar Indonesia yang telah dicaplok negara-negara tetangga kita sehingga perlu pemancangan ini dibuat, karena menurut cerita orang Raja Ampat khusus kepulauan Ayau bahwa sering orang-orang dari negara Kepulauan Palau ke Pulau Fani, kuatirnya mereka caplok lagi, kan kita sudah ada klaim” tegas Dominggus Mandacan.

Sementara itu, Sekertaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Sujahar Diantoro menegaskan, Pemerintah Pusat tetap menjaga NKRI dan mengijinlan satu pun pulau-pulau terluar, terutama di Kabupaten Raja Ampat diambil alih negara lain.

“Saya bersumpah atas nama Pemerintah RI bahwa tak menginjinkan satu pulau pun dikuasai atau dicaplok negara lain” kata Sujahar Diantoro saat meletakan batu pertama pemancangan tugu prasasti perbatasan NKRI – Palau di Pulau Fani, Sabtu siang.

Pemancangan tugu prasasti perbatasan NKRI dengan negara Kepulauan Palau diawali dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Gubernur Papua Barat, Sekertaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI, unsur Forkopimda Papua Barat, Bupati Raja Ampat dan Tokoh Perempuan asal Kepualuan Ayau.

Setelah meletakan batu pertama, Gubernur bersama rombongan menuju ke Pulau Rutum menumpang kapal milik PT Belibis Putra Mandiri untuk menyerahkan bantuan beras sekaligus orang nomor satu di Papua Barat itu menggelar pertemuan dengan masyarakat setempat.

Anda mungkin juga berminat