Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gubernur Papua Minta Kemendagri Alihkan POPNAS dan PEPARPENAS 2019 ke Provinsi Lain, Begini Jawaban Kemenpora

0 96

Jayapura, TN – Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) ke XV dan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (PEPARPENAS) IX Tahun 2109 batal di laksanakan di Papua. Pembatalan ini menyusul permintaan pemerintah Provinsi Papua, agar dua agenda nasional tersebut akan di alihkan ke provinsi lain.

“Kami baru saja bertemu Sesmenpora, Bapak Gatot Dewabrata, dan diberikan penjelasan mengenai respon terhadap Surat Bapak Gubernur perihal Permohonan Pemindahan Penyelenggaraan Popnas dan Peparpenas,” kata Alex

Ia mengatakan surat permohonan pengalihan tuan rumah Popnas dan Papernas ini terkait dengan situasi dan kondisi Provinsi Papua, terlebih khusus pertimbangan keamanan yang belum stabil dan alasan teknis berkaitan dengan lelang venue yang sampai saat ini belum tuntas.

“pemerintah pusat  dalam hal ini Kemenpora, dapat memahami latar belakang permohonan tersebut dan sudah menyetujui permintaan Bapak Gubernur tersebut. Saya juga sudah menerima surat pemberitahuan dari Sesmenpora yang ditujukan kepada Kepala Dispora seluruh Indonesia” kata Alexander Kapisa usai bertemu dengan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jumat (23/8) malam.

Terkait dengan lokasi pelaksaan POPNAS dan PEPARPENAS yang akan dialihkan ke provinsi lain, menurut Alex belum diputuskan lagi. “Yang pasti surat perhomonan Gubernur Papua sudah mendapat jawaban melalui surat yang ditandatangani Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga dan ditujukan kepada Kepala Dispora Seluruh Indonesia No. SS.8. 23.5/SET/VIII/2019 Perihal Pemberitahuan Pembatalan Popnas XV dan Peparpenas IX Papua tersebut disampaikan bahwa pemerintah sangat memahami kondisi di Provinsi Papua saat ini,” katanya.

Sekedar diketahui ulang, dalam surat Gubernur Papua nomor 4263/967/SET perihan permohonan pemindahan penyelenggaraan pelaksanaan POPNAS dan PEPARPENAS tahun 2019, Gubernur Papua menyampaikan enam point pertimbangan yang menjadi alasan pemerintah Papua mengajukan permohonan pembatalan dua agenda tersebut. Adapun point utama terkait dengan  kondisi keamanan di Papua secara umum dan Jayapura khususnya yang dinilai belum stabil pasca demonstrasi besar-besaran berkaitan dengan insiden terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang.

Selanjutnya  terkait dengan kebijakan pemerintah melalui APBD Provinsi Papua yang lebih menfokuskan pelaksanaan kegiatan untuk persiaan PON dan PEPARNAS XVI 2020 di Papua. Termuat juga tahapan pengadaan peralatan pertandingan dari pihak ketiga yang sulit untuk dipenuhi termasuk cabor serta tecnical delegate sehingga menjadi salah satu kendala untuk menjamin ketersediaan peralatan dua agenda tersebut.

Venue yang akan digunakan untuk dua agenda tersebut sebagian besar akan digunakan untuk PON dan PEPARNAS 2020 dan waktu pelaksanaan yang tinggal 50 hari kedepan terhitung 20 Agustus 2019.

Terkait surat tersebut juga telah mendapat jawaban dari Kemenpora per 23 Agustus 2019, dimana dengan alasan serta pertimbangan Pemerintah Provinsi Papua sebagaimana surat Gubernur Papua, maka Kemenpora menyampaikan kepada Seluruh Kadispora se Indonesia bahwa pelaksanan POPNAS XV dan PEPARPENAS IX 2019 tidak dilaksanakan di Papua, dan Kemenpora akan berkoordinasi dengan seluruh stake holder untuk mencari solusi dan tindak lanjut terkait keputusan pembatalan Papua sebagai tuan rumah.

 

 

Anda mungkin juga berminat