Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gubernur Papua Kecewa, Mahasiswa Tak Hadiri Undangan Pemerintah Daerah

0 657

Jayapura, TN – Sejumlah perwakilan mahasiswa asal Papua yang telah kembali ke Papua memilih tidak hadir pada kegiatan rapat koordinasi dan konsolidasi antara Forkominda Papua bersama tokoh agama, masyarakat, pemuda dan perempuan di Gedung Negara, Jumat (13/9).

Meski tanpa kehadiran para mahasiwa, Pertemuan yang diinisiasi Pemerintah Papua dalam rangka menyikapi rencana eksodus mahasiswa Papua ini tetap berlangsung dengan dihadiri Gubernur Papua, Lukas Enembe, Kapolda Irjen Papua, Irjen Pol. Rudolf Albert, Ketua MRP , Timotius Murip, Ketua DPRP, Yunus Wonda, Kasdam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI. Irham Waroihan, serta sejumlah tokoh agama dan masyarakat.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengaku kecewa lantaran ketidakhadiran para mahasiswa tersebut, pahadal kata Gubernur, tujuan utama pertemuan itu, untuk mendengar langsung dari alasan kepulangan para mahasiuswa agar pemerintah dapat mencari solusi agar para mahasiwa bisa kembali melanjutkan proses kuliah di ke kota studi mereka.

“ Kita lakukan pertemuan ini adalah untuk mendengar langsung dari mahasiswa apa alasan mereka pulang, apa karena ini keinginan mereka sendiri, ataukah ada yang mengarahkan, tapi mereka tidak hadir, saya waktu ke asmara mahasiswa di Jawa Timur selaku Gubernur dan orang tua , tapi ditolak,” kata Gubernur.

Demikian juga, lanjut Gubernur jikapun para mahasiswa ini merasa tidak aman di Kota Studi, maka Pemerintah Provinsi Papua, akan mengundang Kapolri Jendral Tito Karnavian, untuk memberikan jaminan keamanan kepada seluruh mahasiswa Papua yang ada di seluruh Indonesia, sehingga mereka dalam melakukan aktivitas perkuliahan dapat berjalan dengan baik.

Sementara itu, Kapolda Papua, Irjen Pol. Rudolf Albert Rodja, mengaku, pihaknya telah melakukan pendataan dan berdasarkan data manifest penumpang pesawat, tercatat sekitar 1200 mahasiswa telah kembali ke Papua, namun pihaknya belum mengetahui jika ada mahasiswa yang masih dalam perjalanan pulang.

“ Berdasarkan data manifset pesawat hingga saat ini 1200 mahasiswa telah kembali ke Papua, itu yang melalui pesawat , namun kami tidak tau yang kembali menggunakan kapal, “ kata Kapolda.

Pada kesempatan itu, Benyamin Gurik perwakilan KNPI Papua yang pada pertemuan itu mengakui bahwasanya undangan yang sebelumnya di sampaikan pada Kamis (12/9/2019) malam sudah diterima oleh setiap perwakilan mahasiswa dari masing-masing kota tempat mereka menempuh pendidikan.

Namun, ternyata di hari H justru undangan tersebut dikembalikan, dengan alasan bahwa para mahasiswa ini belum semuanya berkumpul, ada yang masih dalam perjalanan ke Papua bahkan ada juga yang sudah kembali ke daerahnya masing-masing.

“Kelihatannnya mereka ini sudah bersepakat untuk tidak hadir, karena semua undangan yang kami sampaikan malam sebelumnya di kembalikan serantak tadi pagi,” kata Benyamin Gurik, Jumat Sore.

Dari penjelasan para mahasiswa saat mengembalikan undangan Gubernur, kata Benyamin Gurik, bahwa sebagaian rekan mahasiwa yang belum ada di Jayapura sementara undangan diberikan pada sore hari dan pagi langsung dilakukan pertemuan, sehingga mereka tidak memiliki waktu melakukan konsolidasi secara internal.

“Mereka juga menghindari terjadi konflik internal mereka, jangan sampai ada kecurigaan diantara mereka sendiri, artinya tanpa sepengetahuan rekan lain, ternyata rekan lainnya malah ikut dalam pertemuan dengan pemerintah,” katanya.

Mahasiwa ini sendiri, kata Benyamin bukannya menolak hadir, tapi meminta waktu kepada pemerintah Papua untuk mereka lakukan konsolidasi internal antar mahasiwa itu sendiri.

“ Mereka ingin mahasiswa dari Jakarta misalnya lakukan konsolidasi internal dulu dan selanjutnya menunjuk satu orang untuk perwakilan untuk menghadiri pertemuan, tanpa harus semua mahasiwa hadir,” jelasnya.

Anda mungkin juga berminat