Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gerebek Pabrik Milo CT, Polisi Dapat Tong Kosong dan Panci Bekas

0 1.012

Aimas, TN – Komitmen Kapolres Sorong dalam membersihkan wilayah hukumnya dari peredaran minuman keras, ditindaklanjuti dengan aksi lapangan oleh jajaran Satuan Narkoba.

Selasa (10/9/2019) siang lalu, satuan ini melakukan aksi bersih-bersih produsen minuman keras lokal yang dikenal dengan sebutan Cap Tikus (Milo CT), di seputaran Jalan Klamono KM 32. Dari pabrik itu, selain mengamankan Valiyanto Layardi, warga yang disangka sebagai pemilik, polisi juga menyita barang bukti berupa 9 buah tong (drum) plastik warna biru, 6 buah panci, 6 buah kompor, 6 batang pipa besi, 4 bungkus fermipan, 2 karung gula pasir, 1 lembar terpal dan 4 buah ember penampung.

“Penggerebekan ini berdasarkan informasi dari masyarakat, bahwa ada pabrik minuman keras jenis CT di jalan Klamono Km.32. Tapi ketika polisi datang, sudah tidak ada aktivitas pembuatan minuman keras. Pabrik sudah tutup,” kata AKP Farial M Ginting, Kasat Narkoba Polres Sorong, melalui Kasubag Humas Polres Ipda Amiruddin.

Sejumlah barang bukti yang disita itu, merupakan peralatan yang pernah digunakan untuk memproduksi CT. Sementara Valiyanto Layardi, salah seorang warga yang diamankan dari lokasi saat dilakukan penggerebekan, hanya dimintai keterangan sebagai saksi.

“Yang bersangkutan bukan sebagai tersangka, karena sudah tidak ada aktivitas memasak (produksi CT,Red),” kata Kasat Narkoba.

Kapolres Sorong, AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik pada kesempatan sebelumnya mengatakan, selama dirinya menjabat, sudah banyak pabrik milo CT yang digerebek dan dimusnahkan. Lokasi dari pembuatan minuman ini rata-rata berada di tengah hutan, jauh dari perkampungan penduduk.

“Kami pernah seharian jalan kaki menuju lokasi pabrik pembuatan CT. Lokasinya jauh di tengah hutan, dan tidak bisa diakses dengan kendaraan,” kata Kapolres.

Apa yang dilakukannya ini, sebagai wujud komitmen dirinya membersihkan peredaran minuman keras di wilayah hukum Polres Sorong. Sebab, selama dirinya menjabat sebagai Kapolres, semua tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Sorong, akibat miras. Kecelakaan lalu lintas yang sampai ada korban meninggal dunia, akibat mabuk.

“Saya merasa prihatin dan kasihan. Tapi ingin berbuat, dengan luasnya wilayah Kabupaten Sorong yang seperti ini, cukup berat bagi saya. Jadi, saya berharap bapak dan ibu yang hadir di sini, para tokoh agama, pemuda, adat, mari sama-sama membantu menyelesaikan masalah miras ini,” kata Kapolres Sorong, saat melakukan pertemuan dengan para tokoh, di ruang rapat Bapeda Kabsor, beberapa waktu lalu.

Pihaknya sepakat untuk menjadikan Kabupaten Sorong ini sebagai zona aman yang bersih dari penjual minuman keras. “Mohon ijin Pak Bupati, mungkin kita harus memiliki perda (tentang miras) yang lebih kuat untuk mencegah masyarakat kita menjadi korbannya. Saya kadang sedih kalau menengok kamar mayat. Ada ibu bapaknya menangis, anaknya meninggal akibat miras,” tandasnya.

Sebelum ada perda yang lebih ketat yang mengatur peredaran miras di Kabupaten Sorong, pada kesempatan itu Kapolres meminta ijin kepada para orangtua melalui perwakilan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan tokoh adat, agar tidak marah jika polisi melakukan penindakan terhadap pemabuk yang membuat ricuh di masyarakat. Jika sudah mabuk, minta uang masyarakat dijalan, dan ngamuk jika tidak diberi.

“Saya minta ijin ke bapak ibu sekalian, kalau misalnya ada keluarganya yang mabuk, kemudian diamankan petugas, saya rendam, saya suruh lari, saya berikan tindakan fisik, kemudian kita permalukan, jangan marah ya. Tujuan dari semua ini agar efek jera. Kalau dua kali ketangkap, saya inapkan di sel. Tindakan kami seperti ini, kadang disambut kemarahan dari pihak keluarga,” ungkap Kapolres.

Anda mungkin juga berminat