Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gempabumi Bermagnitudo 5,4 Guncang Jailolo, Warga Panik

0 61

Ternate, TN – Gempabumi berkekuatan magnitudo 5,4 terjadi di Kecamatan Jailolo, Maluku Utara pada Sabtu (16/2) dini hari sekitar pukul 22.36 WIB atau 00.36 WIT menyebabkan warga panik dan berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Salah seorang warga Jailolo, Armand mengaku, dia dan keluarganya sudah terlelap saat gempabumi menguncang. Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, maka dirinya berusaha untuk menyelamatkan keluarganya ke luar rumah.
“Guncangan gempanya sangat kuat, sehingga kami berusaha untuk menyelamatkan diri. Kami panik, karena gempabumi itu terjadi, disaat kami sekeluarga sudah terlelap, karena memang sudah larut kejadiannya,” kata dia saat dihubungi Teropongnews.com, dari Ternate, Minggu (16/2).

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempabumi ini termasuk gempabumi yang dangkal, sebagai akibat adanya perubahan bentuk batuan pada lempeng Laut Maluku.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal, akibat adanya deformasi batuan pada Lempeng Laut Maluku. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust fault),” kata Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono lewat siaran persnya.

BMKG juga memutakhirkan kekuatan magnitudo gempabumk yang awalnya 5,4 menjadi 5,5. Gempabumi ini terjadi pukul 22.36 WIB dengan episenter gempa terletak pada koordinat 1.58 LU dan 126.45 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 125 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara dengan kedalaman 53 km.

“Hari Sabtu, 15 Februari 2020 pukul 22.36.44 WIB wilayah Maluku Utara diguncang gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo M=5,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M=5,5,” ujar Rahmat.

Guncangan gempa bumi dirasakan hingga Ternate, Mayau dan Jailolo dengan skala III MMI yang berarti getaran dirasakan nyata dalam rumah dan terasa seakan akan truk berlalu. Gempa juga dirasakan di Bitung dan Manado skala II MMI, berarti getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

Anda mungkin juga berminat