Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gedung Gereja Imanuel Karpan Diresmikan, Gubernur: Gereja Ini Harus Jadi Pusat

0 154

Ambon, TN – Gedung Gereja Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Imanuel, Karang Panjang, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon akhirnya ditahbiskan dan diresmikan, Minggu (8/12) setelah 10 tahun dikerjakan.

Awalnya, proses peresmian diawali dengan ibadah Minggu di Gedung Gereja Ebenheizer, yang merupakan salah satu gereja pembantu di Jemaat GPM Imanuel.

Usai proses peribadatan, rombongan pendeta dan majelis kemudian membawa peralatan peribadatan ke gedung Gereja Imanuel sambil berjalan kaki.

Gubernur Maluku, Murad Ismail hadir dalam proses peresmian gereja Imanuel, dan ikut menandatangani prasasti dan membuka kain papan nama gereja tersebut.

Bukan saja Gubernur, ada juga Ketua DPRD Provinsi Maluku, Lucky Wattimury, PLT Sekretaris Daerah Provinsi Maluku, Kasrul Selang, dan juga PLT Sekretaris DPRD Provinsi Maluku, Bodewin Wattimena yang hadir dalam acara peresmian tersebut.
Gubernur Maluku, Murad Ismail dalam sambutannya mengatakan, keberadaan sebuah rumah ibadah adalah merupakan anugerah dan berkah.

Pasalnya, setiap rumah peribadatan, merupakan simbol dan tanda kehadiran Tuhan yang disembah dan dimuliakan, dalam ibadah maupun persekutuan jemaat.

“Saat ini kita tengah menyaksikan peresmian Gedung Gereja Imanuel. Maka ini sesungguhnya kita sedang menyaksikan kebaikan Tuhan bagi umat manusia, khususnya para pelayan dan Jemaat GPM Imanuel Karpan ini,” ujar dia.

Menurut Gubernur, rumah ibadah bukan sekedar sebuah bangunan megah yang dibangun dengan kerja keras serta menghabiskan anggaran yang tidak sedikit. Namun lebih daripada itu, rumah ibadah dibangun dengan iman, kasih dan pengharapan, serta senantiasa mengandalkan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Hal ini sekaligus memberi pesan, bahwa dalam membangun masa depan bersama, kita perlu terus saling bekerjasama, saling mendukung dan menopang satu sama lainnya. Saya berharap, kiranya dengan diresmikannya Gedung Gereja Imanuel ini, iman semakin kuat, seperti batu karang yang teguh, sehingga walaupun datang gempa bumi maupun gempa sosial, tetapi umat tidak mudah goyah dan hilang harapan karena senantiasa mengandalkan Tuhan yang menciptakan langit dan bumi ini. Dan diharapkan, gedung gereja ini, dapat menjadi pusat pembentukan karakter dan moral umat, dalam menghadapi dinamika perkembangan zaman yang kian pesat dan kompleks,” harap Gubernur.

Gereja, lanjut Gubernur, merupakan benteng pertahanan moral yang tangguh, sekaligus memberi inspirasi dan motivasi kepada umat, untuk terus membangun hidup yang berkualitas, serta turut bersama-sama membangun bangsa dan negara.

Anda mungkin juga berminat