Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gara-Gara Pisang Goreng 7 Miliar, Anggota Dewan Boikot FGD RDTR

0 183

Aimas, TN – Anggota DPRD Kabupaten Sorong memboikot undangan Rapat Koordinasi Focus Group Discussion (FGD) yang membahas Penyusunan Revisi Rencana Detil Tata Ruang (RDTR) Kota Aimas, yang disampaikan Sekretaris Daerah Kabsor Ir. Moh. Noer Said MSi, Rabu (9/10/2019).

Dr. Markus Karath S.IP MSi (kanan), Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Baperlitbang) Kabupaten Sorong. (Foto:Tantowi/TN)

Gara-garanya, para anggota dewan yang baru dilantik pada 30 September lalu, merasa tersinggung dengan ucapan Dr. Markus Karath S.IP MSi, Kepala Bidang Penelitian dan Pembangunan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pembangunan (Baperlitbang) Kabupaten Sorong.

Saat mengakhiri FGD hari pertama pada Selasa (8/10/2019) lalu, Markus menyampaikan closing statement bahwa konstribusi Rp 7 miliar dalam PAD yang dibayar pengembang perumahan, hanya cukup untuk membeli pisang goreng.

Sementara pada FGD hari kedua yang dilaksanakan di aula Baperlitbang Kabsor, bertujuan untuk menjaring berbagai masukan terkait arah kebijakan pembangunan sehingga dokumen revisi RDTR Kota Aimas yang disusun menjadi singkron.

“Maka terkait hal tersebut diatas, diharapkan kehadiran Bapak/Ibu untuk hadir dalam rapat koordinasi. Mengingat pentingnya rapat koordinasi tersebut, diharapkan untuk hadir tepat waktu,” tulis Sekda Kabsor dalam surat undangannya.

Tapi hingga FGD hari kedua yang dimoderatori Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Suroso SIP. MA ini ditutup pukul 13.30 WIT, tidak seorang pun anggota dewan yang muncul. Padahal, di hari pertama FGD, hampir seluruh anggota dewan hadir dan banyak memberikan masukan dalam pembahasan RTRW Kabupaten Sorong. Bahkan Adam Klow, politisi asal Partai Golkar yang kembali terpilih sebagai anggota DPRD periode 2019-2024, duduk di kursi depan bersama dengan tim konsultan dari CV Asri Papua Consulindo dan moderator.

Suprapto, Anggota DPRD dari PDI Perjuangan kepada Teropongnews.com membenarkan tidak hadirnya anggota dewan dalam FGD hari kedua ini. “Semua teman-teman di DPRD sepakat untuk tidak datang,” katanya.

Jawaban senada juga disampaikan Rasimin SE, anggota DPRD dari Partai Golkar. Tapi menurut politisi namanya masuk dalam kandidat Ketua DPRD Kabsor Periode 2019-2024 ini, ketidak hadiran anggota dewan memenuhi undangan Sekda dalam FGD itu, karena akan menerima mahasiswa yang akan menggelar aksi demo di gedung dewan. “Kami ada agenda lain, menerima adik-adik mahasiswa yang akan demo,” ujarnya.

Padahal, hingga pukul 12.00 WIT, aksi demo yang sebelumnya sudah menyampaikan pemberitahuan ke Polres Sorong ini, tidak jadi dilaksanakan.

Anda mungkin juga berminat