Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gantikan Guru yang Malas Mengajar, Dinas Pendidikan Datangkan Tenaga dari IM

1 361

Aimas, TN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong akan mendatangkan tenaga guru swasta dari organisasi Indonesia Mengajar (IM), untuk menggantikan guru negeri yang selama ini malas mengajar di SD 16 Kasimle, Distrik Seget.

Untuk menjalankan program ini, Dinas Pendidikan akan menggandeng pihak perusahaan terkait dengan biaya untuk membayar honor dan akomodasi mereka.

Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong, Sutikno menjelaskan, program ini sudah mulai di jalankan di SD 27 Klawor, Distrik Seget, yang mengalami masalah serupa.

“Di SD 27 Klawor sudah ada 2 orang guru dari Indonesia Mengajar. Transportasi dan honor mereka ditanggung oleh Petrogas,” kata Sutikno.

Sutikno, Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sorong.

Indonesia Mengajar (IM) adalah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda, ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat selama satu tahun. Porgram yang digagas Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sejak tahun 2009 silam ini, mengajak masyarakat bersama-sama berperan aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurut Sutikno, semangat para guru IM ini jauh lebih bagus dibanding guru yang berstatus pegawai negeri maupun guru honor dan kontrak daerah. Untuk di SD 16 Kasimle, Dinas Pendidikan berencana untuk mulai memasukkan guru dari IM pada tahun 2020.

“Sekarang sudah kita usulkan. Mungkin baru bisa berjalan tahun depan,” tandasnya.

Sementara terkait para guru di SD16 Kasimle Distrik Seget yang tidak pernah hadir pada saat hari efektif belajar, Sutikno mengaku sudah datang ke Kampung Kasimle untuk membuktikan kebenaran informasi itu. Baca juga : https://www.teropongnews.com/anak-kampung-kasimle-merindukan-guru-merindukan-pelajaran/

Katanya, dari keterangan yang disampaikan para tokoh kampung maupun Komite Sekolah, memang benar para guru maupun Kepala Sekolah SD 16 Kasimle jarang ada di tempat, memenuhi kewajibannya. Padahal, gaji mereka selama ini terus dibayar oleh pemerintah.

“Kita sudah menindaklanjuti itu dengan pergi ke Kasimle. Sudah minta keterangan dari tokoh masyarakat, apa keluhannya, ternyata yang disampaikan masyarakat, kepala sekolah tidak pernah ada di tempat. Begitu datang sebentar, pulang. Gurunya pun juga seperti begitu,” ujar Sutikno.

Diakui Sutikno, akses jalan untuk menuju ke Kasimle, kondisinya agak sulit, tidak semulus jalan yang ada di Aimas. Bahkan karena sulitnya akses jalan, Sutikno pernah menyuruh sopirnya untuk menggunakan mobil, mengantar guru-guru agar mau berangkat dan mengajar di Kasimle.

“Tapi kondisi ini sebenarnya tidak bisa menjadi alasan mereka untuk tidak hadir memenuhi kewajibannya. Kalau sudah menjadi tugasnya, ya harus dijalani,” katanya.

Untuk menindaklanjuti laporan masyarakat itu, pihaknya akan memanggil lagi kepala sekolah dan guru SD 16 Kasimle. Sebab, kejadian ini dulu pernah juga dilaporkan oleh masyarakat setempat, dan sudah dilakukan teguran kepada kepala sekolah dan guru. “Kita akan berikan tindakan disiplin,” tandasnya. **

Anda mungkin juga berminat