Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gagal Panen di Momen 9.9 Super Shopping Day

Derita Pelaku Ekonomi Digital Ketika Internet Menghilang

0 124

9 September 2019 lalu, sejatinya menjadi momentum yang banyak ditunggu pelaku bisnis pengiriman barang sebagai masa panen. Betapa tidak, ini adalah penanggalan yang dimanfaatkan industri e-commerce untuk melakukan big sale, yang otomatis mendongkrak gairah belanja para pemburu diskon.

PADA momen 9.9 Super Shoping Day ini, deretan e-commerce papan atas, seperti Tokopedia, Lazada, Blibli dan Shopee, menggeber ragam penawaran menggiurkan, mulai cashback hingga diskon jumbo untuk memanjakan pelanggannya.

Yang dilakukan Tokopedia, pada 9 September 2019 lalu menawarkan promo diskon hingga 72 persen untuk produk perawatan dan kecantikan. Sedang untuk perlengkapan olahraga, ada cashback senilai Rp 250 ribu. Potongan harga hingga Rp 300 ribu, berlaku untuk pembelian gawai Samsung Galaxy A50s.

Tawaran tak kalah menarik dilakukan Lazada. Di sini, pelanggan bisa menikmati diskon sebesar 60 persen untuk pembelian kebutuhan rumah tangga dan barang elektronik. Di momen 9.9 Super Shopping Day, Lazada menawarkan promo khusus bertajuk 9.9 big sale, dengan program harga serba Rp 99 ribu untuk produk jam tangan dan sneaker. Sementara potongan harga 50 persen berlaku untuk produk perlengkapan bayi. E-commerce ini juga menyuguhkan diskon 80 persen untuk perawatan wajah dan rambut, serta diskon 70 persen untuk produk fashion.

Di BliBli.com, ada cashback sebesar 5 persen untuk produk gawai, komputer, kamera dan laptop. Agar momen 9.9 Super Shopping Day lebih meriah, di gerai ini ada cashback 10 persen untuk produk keperluan anak-anak, video game serta produk kecantikan untuk perempuan.

Bagi yang gemar traveling, ada tawaran menarik berupa cashback hingga 15 persen untuk pembelian tiket pesawat, kereta api dan hotel. Ada juga cashback uang tunai sebesar Rp 199 ribu buat pelanggannya.

Sementara big sale yang dilakukan Shopee, adalah diskon hingga 90 persen untuk barang-barang yang menjadi perlengkapan perempuan. Shopee memberikan penawaran berupa voucher cashback mulai 7 persen hingga Rp 300 ribu untuk produk Langsre, L’oreal dan Quarker.  Penawaran khusus di tanggal 9 September, adalah voucher cashback mulai 10 persen hingga Rp 70 ribu. Ini berlaku untuk semua kategori  dan hanya berlangsung satu hari.

“Tapi momen itu telah berlalu begitu saja. Kami yang di sini tidak banyak menerima berkah,” kata Helty, sales and marketing PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir Cabang Utama Sorong, atau yang lebih familiar dikenal dengan nama JNE, Senin, (16/9/2019).

Apa yang dikeluhkan Helty ini bukan tanpa sebab. Seperti diketahui, bertepatan dengan momen belanja ini, jaringan layanan internet di Papua dan Papua Barat sedang menerima ‘hukuman’ dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. Kondisi ini disebabkan insiden mahasiswa Papua di Surabaya, Malang dan Semarang yang telah memantik kericuhan di sejumlah kota di Papua dan Papua Barat, termasuk Kota Sorong.

Meluasnya kekacauan ini banyak disulut peredaran informasi hoax dan provokatif, yang terdistribusi secara masif melalui media sosial. “Tidak sedikit konten video atas peristiwa-peristiwa masa lalu, yang kembali diunggah di medsos. Bagi masyarakat awam, hal-hal seperti ini bisa dianggapnya sebagai peristiwa terbaru yang harus di reaksi,” kata AKBP Dewa Made Sidan Sutrahna S.Ik, Kapolres Sorong.

Langkah cepat yang dilakukan pemerintah adalah dengan memblokir layanan jaringan internet, agar distorsi informasi tidak semakin liar. Awalnya hanya jaringan data di gawai yang ditutup, belakangan kecepatan akses internet melalui fasilitas layanan Wifi juga dikurangi. Sejak kericuhan pecah pada 19 Agustus 2019, akses internet di Sorong baru terasa normal pada 11 September 2019.

Helty, Sales & Marketing JNE Cabang Utama Sorong. (Foto:Tantowi/TN)

“Dalam satu minggu, bisa dua hari kami libur. Bahkan pada hari pertama terjadi kerusuhan, kami tutup total. Jadi dalam dua minggu berturut-turut, setiap hari Senin kita libur, karena isunya hari Senin ada aksi damai. Nyatanya, pada aksi damai yang pertama, agak kacau di sini, banyak lempar melempar, pembakaran kantor, pengrusakan dan penjarahan tempat-tempat usaha,” urai Helty.

Ekses atas pemblokiran akses jaringan internet yang berlangsung hampir satu bulan, aktivitas penerimaan barang masuk (inbound) maupun pengiriman barang keluar (out bound) di kantor JNE Cabang Utama Sorong, drop. Sebab aktivitas belanja online dari konsumen terhadap aneka produk yang digelar gerai e-commerce di luar pulau Papua dan Papua Barat, mandek.

“Untuk transaksi olshop ini kan jaringan internet harus terbuka dua-duanya. Di pihak penjual maupun pembeli, tidak bisa salah satu pihak saja. Dampak dari kondisi itu, penurunan bukan hanya inbound, tapi out bound juga sama karena konsumen yang mau kirim barang melalui jasa kurir, takut untuk keluar rumah,” katanya.

Saat itu, JNE Cabang Utama Sorong lebih banyak melayani pengiriman barang dari pelanggan corporate. Sebab, untuk jenis pelanggan ini, ada jenis layanan pick up atau pengambilan barang di tempat pelanggan. “Kalau untuk corporate, mereka tinggal telepon ke kita, kita akan ambil barangnya,” tandasnya.

Namun untuk mengetahui seberapa besar dampak akibat hilangnya jaringan internet terhadap trafik pengiriman barang yang masuk atau keluar, Helty mengaku masih belum merekap. Biasanya, data itu akan dikumpulkan di penghujung bulan sebagai bahan laporan dan evaluasi.

“Karena ini masih bulan berjalan, dan angkanya baru kelihatan nanti akhir September,  setelah kita tarik data. Kalau sekarang belum terlihat. Hanya secara aktivitas, saat itu sangat berkurang sekali,” urainya.

Pemblokiran jaringan internet, juga dirasakan sebagai ‘bencana’ bagi pelaku bisnis berbasis online di Sorong. Jaringan internet yang hanya bisa dinikmati terbatas melalui layanan Wifi, cukup memberi dampak terhadap penurunan omset. “Kalau jaringan internet tidak bisa, otomatis order juga tidak ada masuk. Makanya, saat itu penjual online banyak yang kehilangan omset,” tukas Aulin Nurnawati, orwer gerai Dapur AG.

Merosotnya omset bisnis online juga dirasakan pemilik Cendana Kurir. Meski dirinya menggunakan fasilitas wifi, tetap saja order yang masuk menyusut. “Kalau di penjual ada jaringan tapi di pelanggan tidak ada, sama saja tidak bisa order,” ujar Bunda Ratu, owner Cendana Kurir.

Papua Barat menurut Helty merupakan pasar yang gemuk bagi industri e-commerce. Ini terlihat dari dominannya antara jumlah produk consumer goods yang masuk dengan yang keluar. Dalam satu bulan, JNE Cabang Utama Sorong bisa menerima ribuan paket dan dokumen untuk dikirim ke pelanggan di Sorong Raya dan sekitarnya.

“Kalau untuk barang keluar, jarang yang dalam bentuk paket, meskipun ada. Yang kami berangkatkan dari Papua Barat, kebanyakan dokumen, baik dari pelanggan ritel maupun corporate,” kata Helty.

Berkaca dari kejadian yang baru saja berlalu, Helty berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam berucap dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana penyebaran informasi. Sebab, jaringan internet saat ini sudah menjadi kebutuhan yang tidak terpisahkan dari aktivitas sehari-hari, termasuk pada industri logistik dalam mengikuti perkembangan sektor perdagangan digital yang terus berkembangnya .  **

Anda mungkin juga berminat