Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Gabungan Fraksi Legislatif Soroti Serapan Anggaran Papua Barat Minim

0 387
Sidang Paripurna DPR Papua Barat tentang pembahasan APBD-P Tahun Anggaran 2019 di Ruang Kamana, Lantai II Swissbel Hotel Manokwari, Selasa (3/9/2019)

Manokwari,TN- Gabungan fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat (DPR-PB) menyoroti serapan anggaran pada APBD induk tahun 2019 yang sangat minim dibanding dari tahun 2018.

Dalam pandangan umum gabungan fraksi legislatif Papua Barat terhadap pengantar nota keuangan dan rancangan perubahan APBD Provinsi Papua Barat tahun 2019 menilai bahwa serapan anggaran masih 31 persen.

Sedangkan pada plafon anggaran sementara perubahan beberapa OPD mengalami kenaikan pagu yang fantastis seperti Dinas Pekerjaan Umum nilai pagu bertambah Rp 313.659.466.000, Dinas Perhubungan Rp 46.611.416.108.

Kemudian Sekretariat Daerah nilai pagu bertambah Rp 77.051.392.168 dan Biro Pemerintahan Rp 34.800.377.400.

“Apakah mungkin sisa waktu yang ada bisa terserap semua, karena sampai saat ini penyerapan anggaran APBD Induk saja baru mencapai 31 persen belum lagi diperparah dengan layanan LPSE yang amburadul, jangan-jangan anggaran tersebut akan kembali menjadi SILPA” sebut juru bicara gabungan fraksi DPR-PB, Matheos E. Selano saat membacakan pandangan umum dalam rapat paripurna, Selasa (3/9/2019) malam.

DPR Papua Barat menegaskan bahwa lonjakan SILPA tahun anggaran 2018 mencapai Rp 1 Trilyun, hal ini memberikan gambaran bahwa buruknya perencanaan daerah apalagi pelaksanaannya.

“Padahal nilai SILPA itu jika dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat asli papua maka kita tida akan menemukan demonstrasi yang menuntut penolakan terhadap pelaksanaan otonomi khusus sebagai akibat dari ketimpangan ekonomi dan kemiskinan yang melanda negeri ini” jelas Selano. (*)

Anda mungkin juga berminat