Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Festival Raja Ampat 2019, Tampilkan Raja Ampat Dari Puncak Gunung Sampai Dasar Laut

0 363

Waisai, TN- Pergelaran event tahunan Festival Raja Ampat 2019 akan berlangsung di Waisai ibukota Raja Ampat Papua Barat pada 18-22 Oktober 2019 mendatang, dengan menampilkan sejumlah kegiatan menirik, dengan thema “Exotic Raja Ampat From Ridge to Reef”.

Event unggulan yang digelar setiap tahun ini bertujuan untuk pengembangan pembangunan pariwisata yang berkelanjutan, khususnya di kabupaten Raja Ampat.

Spot diving di kawasan Dive Priwen woll, Raja Ampat. Foto EBK.

Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, Jusdi Lamatenggo, kepada teropongnews.com mengatakan, kali ini Festival Raja Ampat 2019 akan menampilkan berbagai agenda menarik dan unik yang berbeda dengan event di tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kegiatan kita pasti unik, tentunya kita ingin menampilkan keindahan Raja Ampat itu mulai dari puncak gunung sampai dalam laut,” ujar Jusdi, Senin (5/8).

Selain menampilkan Raja Ampat dari puncak gunung ke dasar laut, melalui event Festival tahun ini juga, kata Jusdi Lamatenggo, pihaknya akan mempromosikan homestay masyarakat kepada tamu trip Festival.

Spot wisata burung Cenderawasih di dusun Warkesi Raja Ampat. Foto EBK.

“Untuk Festival tahun ini, keunikannya itu adalah, kita akan promosi homestay masyarakat, artinya semua tamu trip festival itu nanti kita akan inapkan di homestay semua. Jadi mereka akan belikan paket festival itu, plus akumulasinya di homestay,” jelasnya.

Hal ini dilakukan karena, sejauh ini yang mengetahui homstay di Raja Ampat sebagian besar adalah wisatawan asing daripada wisatawan domestik, sehingga menjadi penting untuk dipromosikan juga kepada wisatawan lokal.

Dijelaskan, dalam melakukan perjalanan wisata ke destinasi wisata, diharuskan menggunakan perahu cepat trans wisata Raja Ampat dan perahu milik masyarakat lokal.

“Hal tersebut bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat lokal terutama peningkatan ekonomi. Diharapkan Festival Bahari 2019 dapat meningkatkan perekonomian masyarakat lokal, terutama para pelaku usaha pariwisata,” jelasnya.
 

Salah satu homestay di kampung Arborek Raja Ampat. Foto EBK.

Dikatakan, melalui event tersebut, pihaknya optimis menjual paket Festival sebanyak 500 paket kepada wisatawan domestik dan diperkirakan sebanyak 100 paket akan habis terjual kepada wisatawan asing.

Jusdi Lamatenggo mengakui, kalau pihaknya dalam hal ini dinas Pariwisata tidak mampu bekerja sendiri jika tidak ditopang oleh masyarakat, instansi terkait, NGO, serta para komunitas yang ada di Raja Ampat.

Menurutnya, Festival Raja Ampat ini merupakan event unggulan di Raja Ampat. Sebab ditahun 2018 lalu, Raja Ampat meraih penghargaan dalam memenangkan Wonderful of event di Indonesia lewat kategori Berbasis Alam.

“Nah..ini tentunya menjadi tantangan buat pemerintah Raja Ampat. Karna untuk menggapainya itu gampang, namun untuk mempertahankannya, itu tidak mudah,” imbuhnya.

Anda mungkin juga berminat