Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Empat Terduga Jaringan Narkotika Makassar-Ternate Ditangkap BNN

0 137

Ternate, TN – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku Utara, berhasil menangkap 4 tersangka kasus narkotika jenis sabu.

Mereka yang diamankan masing-masing, MIR alias Boim (41) yang merupakan calon anggota legislatif (caleg) pada Pileg tahun 2019 dari Partai Nasdem Kota Ternate, lalu Yatno alias Noken (28) yang adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate.

“Nah, ada juga SR alias Samsul (29) yang berprofesi sebagai sekuriti serta UU alias Usman (31) sebagai mahasiswa kedokteran di salah universitas ternama di Kota Makassar. Para pelaku diduga kuat merupakan jaringan narkotika Makassar-Ternate,” kata Kepala BNN Maluku Utara, Edi Swasono saat menggelar konfrensi pers, di ruang kerjanya, Rabu (29/5).

Dia membeberkan, penangkapan pertama dilakukan terhadap tersangka Boim pada 22 Mei 2019 pukul 21.00 WIT di kediamannya di Ternate. Dari tangan tersangka Boim, timnys berhasil mengamankan barang bukti berupa satu bungkus plastik bening kristal yang diduga narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,10 gram.

“Setelah dilakukan pengembangan, baru diketahui bahwa Boim telah membeli sabu dari tersangka Yatno alias Noken,” kata Edi.

Dari tangan para pelaku yakni, Rizal dan Yatno, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 bungkus plastik bening kristal yang diduga narkotika golongan I jenis sabu sebanyak berat bruto, 2,26 gr.

BNNP Malut melakukan pengembangan hingga ke Makassar, Sulawesi Selatan. Itu dilakukan sehubungan adanya informasi bahwa sabu tersebut dipasok tersangka Usman di Makassar.

Usai ditangkap, baru diketahui, jika tersangka Usman sudah melakukan bisnis tersebut sejak tahun 2017 dengan modus operandi mengirimkan paket sabu melalui jasa ekspedisi kepada Rizal yang bekerja sebagai sekuriti salah satu bahan bangunan di Kota Ternate.

“Dari tangan tersangka Usman, petugas mengamankan barang bukti berupa 6 buku tabungan dari 6 bank berbeda dengan aliran dana masuk (kredit) sebesar Rp. 1.615.486.522 sementara aliran dana keluar (debet) sejumlah Rp. 1.544.007.699,” ujar Edi.

Menurut dia, tersangka Boim dikenakan Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan sangkaan memiliki dan menguasai Narkotika golongan satu jenis sabu. Sedangkan tersangka Yatno dan Rizal dikenakan Pasal 114 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yaitu mengedarkan, menjual dan menawarkan Narkoba dengan ancaman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda minimal Rp 1 miliar dan maksimal Rp 10 miliar.

“Sementara tersangka Usman selain dijerat dengan Pasal 114 UU Nomor 35 Tentang Narkotika, yang bersangkutan juga dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang nomor 8 tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara dan denda Rp 10 miliar. Tersangka dan barang bukti kini diamankan di kantor BNN Provinsi Maluku Utara untuk diproses lebih lanjut,” tandas dia.

Anda mungkin juga berminat