Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Eks Karyawan Double O Ungkap Soal Miras Ilegal, Gaji dan Prostitusi

Double O: "Ngga tuh, kita legal semua,"

0 1.000

Sorong, TN – Pendistribusian minuman keras (miras) di tempat hiburan malam (THM) Double O Karaoke Executive & Club yang berlokasi di Km.10 Masuk Kota Sorong sebagian besar diduga ilegal.

Informasi tersebut diungkapkan salah satu mantan karyawan Double O saat ditemui Jurnalis Teropong News di Km.10, belum lama ini.”Kalau memang ada petugas terkait atau dari pihak Bea Cukai mau lihat, saya berani tunjukkan,”beber sumber ini.

Sumber yang enggan dipublikasikan namanya ini mengungkapkan, miras yang berijin resmi di bekas tempat kerjanya tersebut terhitung beberapa botol saja dan hanya dijadikan pajangan di kaca bar tender guna mengelabui petugas jika ada pemeriksaan.

Sementara miras yang disajikan kepada para pengunjung sama sekali tidak berijin alias ilegal. Miras-miras ilegal tersebut, ungkap dia, disembunyikan secara rapi di dalam gudang.

“Saya tahu semua pelanggaran di sini (Double O), termasuk miras ilegal itu, modus ini dilakukan untuk mengurangi biaya. Miras ilegal pasti lebih murah dan tidak membayar pajak ke pemerintah,”ujarnya sembari mengatakan, pemasok miras ilegal adalah oknum pengusaha di Kota Sorong berinisial Kv.

Dugaan pelanggaran lainnya di Double O, kata dia, adalah gaji karyawan tidak sesuai upah minimum provinsi (UMP) Papua Barat, hanya berkisar Rp 2,4 juta per bulan. Kemudian tidak diikut sertakannya karyawan di dalam program BPJS Ketenagakerjaan, serta dugaan adanya jasa prostitusi dari laedis kepada tamu.

Selama menjadi karyawan Double O, ia mengaku sangat menyayangkan sikap manajemen yang tidak memberikan perhatian terkait kesejahteraan karyawan.

Manager Double O, Dewa yang dikonfirmasi media ini membantah hal tersebut .”Ngga tuh, kita legal semua,”ujar Dewa sembari mempersilahkan petugas jika hendak melakukan pemeriksaan.

Anda mungkin juga berminat