Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dualisme Kepemimpinan Di Pemprov Sulsel, Penyebab DPRD Ajukan Hak Angket

0 98

Makassar, TN – DPRD Sulawesi Selatan telah mengajukan hak angket lewat sidang paripurna yang digelar di ruang paripurna kantor DPRD Sulsel, Senin (24/6) lalu. Salah satu alasan yang menyebabkan anggota DPRD Sulsel mengajukan hak angket yakni, soal dualisme kepemimpinan yang dinilai sangat mengganggu jalannya pemerintahan di Sulsel.

“Pengajuan hak angket itu, karena DPRD ingin mengembalikan seluruh fungsi pemerintahan sebagaimana mestinya,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi Sulsel, H Ni’matullah kepada wartawan, di Makassar, Jumat (28/6).

Menurut dia, dualisme kepemimpinan ini tentunya sangat menganggu aktivitas kerja para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulsel. Untuk itu, perlu dilakukan koreksi terhadap dualisme kepemimpinan ini.

“Bagi DPRD, ada dua Gubernur di Sulsel. Sehingga kami melihat, pemprov kurang maksimal bekerja. Itu bisa dilihat jelas pada serapan APBD 2019 yang sangat rendah. Mengapa? Karena Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak berani mengambil keputusan. Kepala dinas tidak berani jalan. Sebab, kalau melakukan ini, tidak setuju oleh Wakil Gubernur, dan jika elakukan itu, Gubernur akan marah,” tegas dia.

Untuk mengoreksi masalah tersebut, kata dia, maka jalan yang paling efektif adalah pengajuan hak angket. Dia mengaku, DPRD sudah memiliki dugaan sementara yang menyebabkan permasalahan ini, adalah dualisme kepemimpinan.

“Jadi saya tegaskan, hak angket ini bukan untuk menjatuhkan kekuasaan seseorang, tapi agar tidak ada lagi dualisme dalam perjalanan pemerintahan ke depan,” tandas dia.

Terpisah, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah yang dikonfirmasi terkait hak angket ini belum memberi respon, lantaran masih berada di luar negeri.

Anda mungkin juga berminat