Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

Dua Tersangka Korupsi Pembangunan Asrama Bintuni Dilimpahkan Ke Kejaksaan

0 542

Sorong, TN – Penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  Polres Sorong Kota telah melakukan pelimpahan tahap dua kasus korupsi pembangunan asrama Bintuni ke Kejaksaan Negeri Sorong, Jumat (15/03). Adapun tersangka yang dilimpahkan kasusnya yakni Desi Siwabessy dan Derek Asmuruf.

Pantauan media ini, dua tersangka korupsi pembangunan asrama bintuni, Desi Siwabessy didampingi kuasa hukum Iriani S.H,.MH dan Derek Asmuruf didampingi kuasa hukum Oktovianus Mambraku S.H.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Eddward M. Panjaitan S.Ik mengatakan kedua tersangka yang baru saja ditahapduakan berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN). Desi merupakan ASN di pemerintahan Kota Sorong, sedangkan Derek Asmuruf merupakan Sekretaris Dewan di Kabupaten Teluk Bintuni,

“Dalam kasus ini, Desi selaku pemilik perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan, Sedangkan Derek berperan sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK),”ujar Eddward.

Tersangka Desi (Baju Putih) didampingi kuasa Hukum, Iriany S,H. (Foto: TN/Mega)

Sementara Kasipidsus Kejaksaan Negeri Sorong, Indra Thimoty, mengatakan sebelum Desi dan Derek dilimpahkan, dua tersangka berinisial W dan G telah dilakukan pelimpahan terlebih dahulu karena kasus yang sama.

“Kami kejaksaan Negeri Sorong telah menerima penyerahan tersangka dan barang bukti, dimana kedua tersangka merupakan lanjutan dari dua tersangka lainnya yang sudah dilakukan penyerahan sekitar dua minggu yang lalu,”kata Indra.

Dikatakan Indra, terkait penahanan, JPU telah melakukan penahanan terhadap tersangka Derek untuk 20 hari kedepan sambil menyempurnakan administrasi untuk pelimpahan di persidangan. Sementara untuk Desi, JPU tidak melakukan penahanan karena alasan kemanusiaan.

” Adapun pertimbangan kami, karena alasan kemanusiaan. Diketahui bahwa dua tersangka yang kami tahan sebelumnya, salah satunya adalah suami dari tersangka Desi. Yang bersangkutan mempunyai seorang anak yang masih kecil dan masih membutuhkan perhatian orang tua,”jelas Indra.

Sebelumnya, Penyidik Tindak Pidana Korupsi Polres Sorong Kota menetapkan 10 orang Tersangka Kasus Asrama Mahasiswa Kabupaten Teluk Bintuni yang merugikan Negara sebesar 4 Milyar Rupiah berdasarkan audit BPKP Papua Barat.

Kedua tersangka, dikenakan Pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 Jo pasal 18 UU 31 tahun 1999 Tentang pemberantasn tindak pidana Korupsi.

 

Anda mungkin juga berminat