Teropong News
Lugas Tegas dan Tanpa Batas

DPRD Maluku Setuju Jika Sistem UN Diubah Mendikbud

0 132

Ambon, TN – DPRD Provinsi Maluku dalam hal ini Komisi IV setuju, jika sistem atau metode Ujian Nasional (UN) diubah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI, Nadiem Makarim, sehingga siswa tidak hanya dibuatkan soal-soal hafalan, tetapi lebih pada kompetensi siswa itu sendiri.

“Sebenarnya UN tidak dihapus, tetapi sistem atau metodenya saja yang dirubah. Dulu UN itu seluruh mata pelajaran itu tes, dan kebanyakan itu adalah hafalan. Dan UN juga dipakai untuk menentukan seorang siswa itu dinyatakan lulus ataukah tidak. Nah ini yang nantinya ditiadakan. UN itu tetap ada, tetapi digeser, bukan di akhir masa studi siswa, tetapi dipertengahan. Dan metode yang dipakai itu adalah kompetensi. Itu pun tidak dipakai sebagai salah satu syarat untuk meluluskan. Sistemnya juga tidak lagi secara nasional, tetapi di lakukan oleh masing-masing sekolah,” ujar Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku, Samson Atapary saat dihubungi Teropongnews.com, dari Ambon, Rabu (1/1).

Dia mengaku, secara kelembagaan dalam hal ini Komisi IV DPRD Provinsi Maluku belum membicarakan soal sistem UN yang akan segera diubah oleh Mendikbud. Namun sebagai Ketua Komisi IV, dirinya menganggap sistem baru yang akan segera diterapkan lebih baik, ketimbang metode yang lama.

“Metode UN yang lama sepertinya menempatkan murid itu bukan satu-satunya sebagai subjek evaluasi terhadap sistem pendidikan. Nah, sementara yang baru ini, metodenya lebih pada evaluasi karakter, dan assesment kompetensi minimal,” kata dia.

Atapary mengaku, jika sistem ini yang digunakan, maka evaluasi untuk mencari tahu kualitas sistem pendidikan akan dilakukan secara keseluruhan. Sehingga, kata dia, guru, murid dan cara belajar mengajar akan dinilai.
Untuk itu kedepan, Samson berharap, guru harus memiliki inovasi dan kreativitas, sehingga proses belajar mengajar bukan hanya berpatokan pada metode hafalan, tetapi lebih pada meningkatkan kompetensi siswa.

Anda mungkin juga berminat